MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Dua Pebalap Solo Buru Gelar Alpen Trophy

MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Dua pebalap Solo bakal memanaskan persaingan perburuan gelar dalam kejurnas tanjakan Alpen Trophy di Bandung, Sabtu-Minggu (5-6/12). Keduanya akan turun di kelas dan kelompok berbeda pada ajang adu kebut tahunan tersebut.

Endra Wijaya yang bernaung di bawah bendera tim Pelatnas, rencananya hanya turun di nomor kriterium senior putra. Rasa lelah usai mengikuti Tour de Siak di Riau, pekan lalu, menjadi pertimbangan pembalap nasional terbaik pada Tour de Indonesia 2008 untuk hanya turun pada kriterium.

Seorang pembalap lain Kota Bengawan yang siap adu kecepatan adalah Andriyan Hidayat. Penghuni Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng yang akrab disapa Dayat itu bertekad menembus tiga besar nomor individual road race (IRR) dan kriterium di kelas yunior.

“Tahun lalu saya pernah ikut bersama pembalap PPLP juga waktu itu, Diwan Fiar Pradana, tetapi gagal karena salah jalur. Sekarang saya sudah lebih tahu medan, saya akan berusaha tampil baik untuk mencapai hasil terbaik,” kata Dayat sebelum bertolak meninggalkan Solo, Kamis (3/12).

Pelajar SMA Batik 1 Surakarta itu berbekal latihan rutin tanjakan di lereng Gunung Lawu serta Merapi-Merbabu, guna menghadapi persaingan di rute lereng Gunung Tangkuban Perahu. Dia dikawal pelatih PPLP yang juga pelatih Pengkot
Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo, Agus Sadiyanto.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments