Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Dua Gelar Awali Perburuan Enam Emas Forki Solo

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Raihan dua gelar juara mengawali perburuan enam medali emas yang ditargetkan Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Solo pada Kejuaraan Karate Piala Pangdam IV/Diponegoro di GOR Wujil Kabupaten Semarang, Kamis-Jumat (4-5/12) ini.

Medali emas sebagai simbol juara digenggam Ngalim Amriyadi di nomor kata perorangan putra under 21 tahun (U21), serta trio Frida bersama Luvena dan Alisa untuk merebut emas kategori kata beregu usia dini putri. Selain itu, tiga medali perak juga menambah pundi-pundi koleksi medali tim Kota Bengawan.

Perak direbut Faiz dari kata perorangan pra pemula putra, M Nabil (kata perorangan pemula putra) dan Frida (kata perorangan usia dini putri). ”Persaingan cukup ketat, karena kekuatan tim-tim peserta kini juga lebih merata. Mudah-mudahan target enam medali emas dapat tercapai, syukur-syukur bisa lebih,” kata pelatih tim Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Solo, Surya Panca.

Sebanyak 19 karateka dikirim Forki Solo untuk bertarung dalam ajang tersebut. Mereka harus bersaing menghadapi sekitar 400 atlet dari 30 kontingen peserta. Di samping beradu ketrampilan jurus di kategori kata, para atlet tersebut juga akan beradu tangguh di kategori kumite.

Panca mengungkapkan, Ngalim dan trio Frida-Luvena-Alisa memang termasuk karateka yang diandalkan tim Kota Bengawan guna meraih emas. Selain itu, Ngalim dan Nabil juga diharapkan menjadi jawara di arena kumite kelas -55kg U21 dan kumite -40 kg pemula putra.

Andalan lain di antaranya Vito (kumite -45 kg pemula putra) dan Rizal Eka (kumite +50 kg pemula putra). ”Kami mengincar kembali menempati posisi tiga besar, seperti pada ajang terakhir kejuaraan ini, dua tahun lalu,” tambah Panca.

Pada kejuaraan Piala Pangdam yang terakhir, kontingen Kota Bengawan menjadi runner up pengumpul medali emas terbanyak. Waktu itu, gelar juara umum diraih tim Salatiga dan peringkat ketiga ditempati tim Grobogan. Namun Panca tidak ingat, berapa raihan medali tim Solo pada ajang paling akhir tersebut.

”Yang jelas, peta persaingan kini mengalami perubahan. Selain Salatiga dan Grobogan, para karateka dari Pati, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang juga semakin menunjukkan eksistensinya,” tutur dia.

(Setyo Wiyono /CN26)

Comments

comments