TERBANG: Atlet paralayang Solo Dewanto Basuhendro terbang di kawasan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, saat cuaca masih bersahabat, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Dua Bulan, Paralayang Berhenti Terbang

TERBANG: Atlet paralayang Solo Dewanto Basuhendro terbang di kawasan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, saat cuaca masih bersahabat, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

TERBANG: Atlet paralayang Solo Dewanto Basuhendro terbang di kawasan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, saat cuaca masih bersahabat, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Sekitar dua bulan sejak pertengahan November silam, paralayang Solo dan sekitarnya berhenti beraktivitas di perbukitan Kemuning. Para atlet menghentikan latihannya di kawasan Kemuning di wilayah Ngargoyoso, Karanganyar itu, karena terganggu cuaca tak menentu.

Curah hujan tinggi, serta angin yang bertiup cukup ekstrem dan tiba-tiba di wilayah eks Karesidenan Surakarta, termasuk lereng gunung Lawu tersebut, membuat mereka terpaksa melipat parasut.

‘’Beberapa kali sebenarnya saya dan rekan-rekan cek kondisi dan cuaca di Kemuning, tapi situasinya tak memungkinkan untuk berlatih. Padahal untuk terbang, keselamatan menjadi pertimbangan paling utama,’’ kata Ketua Pengkot Paralayang Solo, Dewanto Basuhendro saat singgah di Sekretariat KONI Surakarta, Senin (23/1).

Dia mengungkapkan, butuh cuaca bersahabat untuk terbang. Di antaranya tak ada gejala awan columnimbus di udara, geotermal dan kecepatan angin cukup, serta angin bertiup dari arah depan terutama saat take off dan landing.

‘’Kalau terbang, sudah pasti tidak sedang hujan. Segalanya harus selalu diperhitungkan agar keselamatan atlet terjaga,’’ tandas dia.

Jaga Kebugaran

Kendati demikian, Hendro menyebut para atlet paralayang Solo dan sekitarnya tetap menjaga fisik untuk persiapan kembali terbang, setelah cuaca tak bersahabat telah berlalu. Beberapa hal yang sering dilakukan adalah joging dan berolahraga di pusat kebugaran.

‘’Kebugaran tubuh harus tetap dijaga agar tetap fit dan siap terbang, saat cuaca sudah membaik,’’ tuturnya.

Dia memperkirakan, cuaca di kawasan Kemuning mulai bersahabat pada pertengahan atau akhir Februari mendatang. Biasanya, para atlet dari berbagai daerah di Solo dan sekitarnya kemudian memulai latihan bersama guna menempa performa mereka.

Sesuai skedul event resmi paralayang, lomba pertama adalah Para Gliding Accuration World Champhionship (PGAWC) di Sulawesi Utara pada 16-19 Maret mendatang. ‘’Sedangkan kejuaraan di Kemuning akan digelar pada 4-6 Agustus mendatang, yakni Trip of Indonesia (Troi),’’ ujar Hendro.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments