Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Ditumbangkan NSH, Rekor Satya Wacana Ternoda

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

MALANG, suaramerdeka.com – Rekor kemenangan tim basket Satya Wacana ACA LBC Salatiga di tiap partai pembuka Speedy NBL Indonesia 2014/2015 ternoda. Hal tersebut setelah skuat asuhan Efri Meldi itu ditumbangkan NSH GMC GSBC Jakarta, 70-76 dalam laga perdana seri III di GOR Bimasakti Malang, Rabu (14/1).

Kekalahan tersebut mengakhiri dominasi Respati Ragil Pamungkas dkk yang selalu unggul dalam dua musim terakhir. ”Target awal kami meraih poin maksimal meleset. Ini menjadi ujian berat bagi kami karena meraih kekalahan tiga laga berturut-turut,” kata Efri Meldi saat dikonfirmasi usai laga.

Sejatinya, modal head to head mentereng atas wakil Ibu Kota itu dijadikan momentum untuk meraih angka penuh di Kota Apel. Namun, perlawanan sengit langsung ditunjukkan skuad NSH sejak dimulainya kuarter pertama.

Meski sempat berlangsung ketat hingga skor 16-16 di pertengahan laga, namun anak-anak Jakarta mampu unggul 19-18 di akhir kuarter pertama. Permainan Satya Wacana tak berubah di kuarter berikutnya dan  tertinggal 34-39 dari NSH.

”Anak-anak kecolongan karena sejak awal peforma tidak mengangkat sekaligus terlambat panas. Harapan saya tim bisa unggul terlebih dulu sebelum rombongan Jojo Yo Sua-Ragil masuk, namun meleset,” papar mantan pelatih PON Jateng tersebut.

Kebangkitan tim yang bermarkas di GOR Putera Abadi itu terjadi di kuarter ketiga. Poin guard Budi Sucipto yang mulai menemukan bentuk permainan terbaik mengantarkan 45-44. Namun, Satya Wacana masih tertinggal dari pasukan Mayckel D Ferdinandus, 59-50 di akhir kuarter.

Laga semakin menarik memasuki kuarter kahir. Yo Sua yang bermain impresif dan membawa timnya menyamakan kedudukan menjadi 65-65 di empat menit terakhir. Namun, banyaknya turn over menjadi awal bencana wakil Salatiga.

Keuntungan free throw yang cukup banyak berhasil dimanfaatkan Pradhitya Azzaryan dkk untuk mengalahkan Satya Wacana. ”Sumbangan terbesar lawan memang dari lemparan bebas yang seharusnya bisa diminimalisir,” tandasnya.

Setelah ini, Satya Wacana harus menghadapi sang juara bertahan M88 Aspac Jakarta, Kamis (15/1). Kemenangan menjadi harga mati tim tersebut guna mendongkrak posisi di klasemen sementara.

(Ronald Seger Prabowo / CN26)

Comments

comments