Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Diganggu Hujan, Pemain dan Pelatih Kuwait Turut Ngepel Lapangan

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Hari pertama pertarungan tim Piala Davis Indonesia melawan Kuwait di lapangan tenis Manahan, Jumat (7/4), langsung diganggu hujan. Kendati tidak turun dengan deras, namun duel petenis tunggal kedua tuan rumah Anthony Susanto versus tunggal pertama tim tamu Abdullah Maqdes harus dihentikan pada posisi 2-2, karena lapangan basah mulai sekitar pukul 12.15.

“Kami sudah siapkan pawang, tetapi bagaimanapun kita tentu tak bisa melawan kuasa Tuhan,” kata wakil Direktur Turnamen, Bambang Tuko Wibowo.

Gerimis hampir dua jam membuat kedua pertandingan terhenti. Saat reda, belasan tenaga lapangan yang disiapkan panitia segera bergerak untuk mengeringkan lapangan. Tak hanya mereka. Pemain tunggul pertama Kuwait, Mohammad Ghareeb dan seorang ofisialnya bahkan turut mengepel lapangan basah.

“Yah, kalau ofisial dan pemain Kuwait ikut turun membantu mengeringkan lapangan, tidak masalah. Toh semua juga harus menunggu lapangan kering, hingga bisa kembali melanjutkan pertandingan,” ujar Bambang yang juga Sekretaris Pengkot Pelti Surakarta.

Sekitar 15 petugas lapangan dikerahkan guna mengeringkan venue pertarungan. Selain menggunakan peralatan pel manual, panitia lokal Solo pun menyiapkan semacam blower atau kipas besar guna mempercepat pengeringan. “Pengalaman penyelenggaraan Piala Davis tahun lalu, kalau hanya menggunakan peralatan pel kurang cepat kering. Maka kami datangkan juga blower,” tutur dia.

Langkah antisipasi pertandingan hingga malam hari pun telah dilakukan sejak awal. Lampu penerangan untuk lapangan utama telah ditambah daya pancarnya sejak beberapa hari lalu. Menurut Bambang, pengecekan terakhir telah dilakukan referee Chen Shu, Kamis (7/4) malam.

“Kami telah menambah daya pancar lampu penerangan hingga kekuatannya mencapai 600 lux. Sesuai standar ITF (International Tennis Federation/Federasi Tenis Internasional-red), daya pancar minimal 500 lux,” jelas Bambang.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments