Foto: istimewa

Digagas Pembentukan Yayasan Tenis Lapangan

Foto: istimewa

Foto: istimewa

KUDUS, suaramerdeka.com – Pemerhati sekaligus pelatih tenis Kudus, Suharto (55) mengusulkan pembentukan sebuah yayasan untuk cabang tersebut.

Pembentukan yayasan diharapkan dapat mengatasi kesulitan soal pendanaan keuangan bagi atlet untuk berkompetisi di berbagai tempat setiap tahunnya. ”Selama ini yang menjadi kendala yakni masalah dana,” katanya.

Seorang petenis muda paling tidak membutuhkan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 40 juta untuk biaya mengikuti turnamen setiap tahunnya. Melihat banyaknya potensi petensi dari Kota Keretek, dia melihat keberadaan yayasan akan menjadi salah satu solusinya.

Suharto mengaku beberapa kali ditawari untuk membentuk yayasan tenis. Selanjutnya, yayasan akan dapat bermitra dengan sejumlah personal maupun perusahaan yang selama ini peduli terhadap pengembangan cabang tenis. ”Yayasan harus dilakukan dan dikelola secara independen,” jelasnya.

Pengertiannya, pendirian yayasan semata-mata untuk mengoptimalkan kesempatan atlet mudah mengikuti kompetisi. Dia meyakini, melalui jejaring tokoh tenis di Indonesia yang dikenalnya, akan banyak membantu pengembangan tenis seandainya yayasan didirikan. Namun, lagi-lagi dia menegaskan pengelolaan harus dilakukan secara transparan.”Bila perlu yang mengelola dari insan pers,” tandasnya.

Media

Selama ini pihaknya mengaku cara seperti itu cukiup ampuh untuk mengangkat potensi tenis. Salah satunya, dia menyebut kerjasama dengan Suara Merdeka yang disebutnya mempunyai kepedulian dalam pengembangan tenis. ”Siapapun yang mengelola yayasan diharapkan dapat mengembangkan cabang tenis,” jelasnya.

Suharto (55) warga Perumahan Pankis Indah Gang II Desa Jepang Pakis Kecamatan Jati Kudus, tak asing lagi dalam dunia tenis baik Kudus maupun nasional. Dia merupakan pelatih tenis lapangan yang telah banyak menelurkan atlet handal yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Setidaknya 32 petenis top pernah merasakan polesan tangan dinginnya. Ketekunan menjadi pelatih telah dijalani lebih dari 40 tahun, mulai usia belia hingga sekarang.

Mantan atlet seangkatan petenis Tri Koranto, Ade Nugroho dan Mimin, pernah bergabung di Klub Tenis Langsep Kudus bersama Suharyadi, Sulistiyono dan Utami Ningsih. Prestasi terbaiknya, kelas 2 SD tahun 1969 menjadi juara pertama Kejuaraan Nasional Tenis Tugu Muda di Semarang.

(Anton WH/CN39/SM Network)

Comments

comments