LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Diana CL Gagal Naik Podium di Pembuka Tahun

LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com -  Lembar pertama tahun baru 2017 ternyata tidak berpihak pada Diana Crystal Lukmawati atau akrab disapa Diana CL. Cewek pembalap asal Karanganyar tersebut gagal naik podium dalam balapan tahun baru 2017 di Sirkuit Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (31/12) malam hingga Minggu (1/1) dini hari.

“Gagal naik podium. Saya Cuma finish di urutan keempat dalam balapan malam tahun baru itu. Mungkin memang belum rejeki saya,’’ kata Diana setiba di rumahnya, Karanganyar, Minggu pagi.

Seperti biasa, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Surakarta itu turun di kelas matic 115 cc khusus wanita. Dia bersaing menghadapi tujuh pembalap lain dalam adu kebut sepanjang delapan laps tersebut.

Hasilnya, pembalap yang tercepat menembus garis finish adalah Fisichella KW asal Purwodadi, dibuntuti Pipin Cikal dan Dian Primita. Selama ini, Diana lebih sering berseteru dengan Dian Primita di berbagai ajang kejuaraan pada kelas matic khusus wanita.

Diana CL menyebut performa tunggangannya menjadi penyebab kegagalan dia dalam balapan tengah malam tersebut. “Mesin motor saya rewel. Tidak mau dipacu kencang, sehingga saya tak mampu memburu pembalap-pembalap lain di depan,” tutur dia.

Sebelumnya, pertengahan Desember lalu, cewek kelahiran Karanganyar, 17 April 1995 itu menjadi kampiun balapan kelas khusus wanita di sirkuit Langensari Banjarpatroman, Jabar. Dalam persaingan yang lebih ketat, Diana justru manggung di podium pertama dalam persaingan dengan 15 pembalap lain di ajang tersebut. “Waktu itu, tak ada problem mesin motor. Jadi saya tancap gas terus hingga finish,” ujar dia.

Kini, Diana berancang-ancang untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan lain yang membuka kelas matic khusus wanita. Dia telah merencanakan serangkaian program latihan untuk terus meningkatkan performa, sebab persaingan di kalangan balapan cewek kini kian ketat.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments