LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Diana Asah Performa Sambil Tunggu Lomba

LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Tak banyak arena lomba balap motor untuk kelas khusus wanita. Kendati demikian, Diana Crystal Lukmawati tetap konsisten mengasah performanya. Cewek asal Karanganyar itu tetap tekun berlatih di sirkuit balap motor Manahan, sambil menunggu jika sewaktu-waktu ada balapan yang menggelar kelas matic bagi kalangan perempuan.

“Mudah-mudahan Kejurnas Motoprix di Wonogiri, Sabtu-Minggu (12-13/11) nanti menggelar kelas wanita juga, sebagai salah satu supporting class. Jadi saya siap menarik gas lagi,’’ kata Diana, Selasa (8/11).

Terakhir, dia menjadi pembalap tercepat pada dua kejuaraan yang digelar di wilayah Jateng. Dara kelahiran Karanganyar, 17 April 1995 itu menunjukkan dominasinya pada kelas matic 115 cc khusus wanita pada rangkaian Kejurnas Motoprix putaran 6 region 2 di Sirkuit Manahan, 22-23 September lalu.

Dia menjadi yang tercepat di antara enam pembalap perempuan yang beradu kebut di lintasan Manahan. Lalu sepekan berikutnya (29-30/10), Diana juga menggenggam gelar juga pada kelas yang sama dalam balapan di Semarang.

“Akhir pekan lalu tidak ada balapan, jadi saya istirahat sambil tetap menjaga performa,” tutur mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Bengawan tersebut.

Selama ini, dirinya lebih sering menggeber motor dalam berbagai kejuaraan di wilayah Jabar dan Jatim. Sebab, ajang yang menyisipkan kelas bagi pembalap-pembalap cewek di dua daerah provinsi tersebut lebih sering digelar.

Karena itu, dia berharap agar ajang serupa di Jateng bisa ditambah, sehingga kemunculan atlet-atlet putri balap motor juga bermunculan.

“Kalau banyak starter cewek yang turun, maka persaingan bisa berlangsung lebih ketat. Hal itu bisa memunculkan tantangan tersendiri untuk mencapai finish terdepan, ketimbang hanya sedikit pesertanya,’’ tuturnya.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments