Foto: Istimewa

Delapan Cabang Olahraga Mati Suri

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com – Penataan organisasi cabang olahraga masih menjadi fokus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang di 2015 ini. Dari data induk cabang olahraga itu, tercatat delapan cabang telah berakhir masa kepengurusan dan 14 organisasi akan berakhir tahun ini.

Delapan cabang yang telah berakhir yaitu FASI (Aerosport), Porlasi (Layar), Persani (Senam), POSSI (Selam), Perbasasi (Softball/Baseball), Kodrat (Tarung Derajat), WI (Wushu), dan NPC (Paralimpik). Dari jumlah tersebut, dua telah melakukan musyawarah kota yakni Perbasasi dan POSSI.

Namun, hingga kini belum menyerahkan hasil musyawarah tersebut sehingga KONI Kota tetap menilai kepengurusan yang baru belum terbentuk. Adapun 15 yang akan berakhir pada 2015 adalah Ikasi, PASI, FOBM, ISSI, POBSI, IODI, PODSI, FORKI, Perbakin, Perpani, PRSI, PSTI, Porserosi, dan PSSI.

Wakil Ketua Umum I KONI Kota Djoko Sisdhamin menyatakan telah mengirim surat kepada cabang yang berakhir. Intinya untuk segera melakukan musyawarah memilih ketua dan membangun kepengurusan yang baru. ”Cabang yang sudah melampaui batas periode seperti mati suri. Untuk yang akan berakhir agar segera mempersiapkan diri,” tutur Djoko, Rabu (21/1).

Di sisi lain, cabang-cabang tersebut tidak akan mendapat bantuan olahraga kecuali ada perpanjangan dari pengprov masing-masing.  Kendati mendapat masa perpanjangan bukan berarti kewajiban menyelenggarakan musyawarah gugur. Sebab, masa perpanjangan ada batasnya dan yang mengatur adalah masing-maing pengurus pusat cabang olahraga itu sendiri.

Penataan organisasi ini, kata mantan Ketua Umum TI Semarang itu, langkah awal untuk pembinaan dan prestasi. ”Yang kami inginkan adalah roda organisasi cabang olahraga di kota ini sehat. Sehingga pembinaan atlet dapat dilakukan sebaik mungkin,” tandas Djoko.

Menurutnya, prestasi olahraga bisa dicapai apabila organisasinya sehat. Apalagi, tahun ini merupakan landasan kedua menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments