Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Delapan Atlet NPC Menuju Paralympic 2016

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Delapan atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia bersiap menuju Rio de Janiero, Brasil. Mereka bakal bersaing di ajang pesta olahraga dunia empat tahunan bagi atlet difabel yang digelar pada 8-17 September mendatang itu.

“Para atlet akan turun di empat cabang, yakni atletik, renang, tenis meja dan angkat berat. Enam di antara mereka lolos melalui kualifikasi, dua lainnya lewat bipartitit atau pengajuan berdasarkan ranking dunia,” kata Koordinator Binpres NPC Waluyo, Kamis (23/6).

Renang meloloskan atlet terbanyak yakni empat orang. Para perenang Merah Putih yang bakal bertarung di Paralympic adalah Agus Ngaimin di nomor 100 meter gaya punggung S6, Marianus ‘’Philipus’’ Melianus Jowey (100 meter gaya punggung S13), Jendi Pangabean (100 meter gaya punggung S9) dan Suci.

Dua lifter juga lolos yakni Ni Nengah Widiasih (kelas 40 kg) dan Siti Mahmudah (kelas 60 kg). Dua lainnya adalah petenis meja kelas TT10 David Jacobs dan atlet atletik Setiyo Budi Hartanto. “Setiyo lolos di dua nomor, yaitu lompat jauh kelas F47 dan lari sprint 100 meter T47. Dua atlet yang berangkat dengan tiket bipartitit adalah Siti Mahmudah dan Suci,” jelas Waluyo.

Presiden NPC Indonesia Senny F Marbun menyebut loloskan delapan atlet ke Rio de Janeiro merupakan peningkatan prestasi yang luar biasa. Sebab pada Paralympic London 2012, hanya empat atlet yang lolos serta tiga di antaranya berangkat karena wildcard.

“Empat tahun lalu, hanya David Jacobs yang lolos Paralympic melalui kualifikasi. Dia berhasil meraih medali perunggu. Sedangkan Setiyo, Agus Ngaimin dan Widiasih waktu itu berangkat karena mendapat wildcard,” ujar Senny.

Menurutnya, sejak Januari lalu terdapat 20 atlet terbaik yang menjalani pelatnas menghadapi Paralympic. Delapan di antara mereka yang lolos ke Brasil tersebut memiliki peluang untuk menembus tiga besar. Tapi khusus cabang renang, dia melihat persaingan mencapai tiga besar lebih berat, mengingat kekuatan atlet-atlet dari negara lain sangat tangguh.

(Setyo Wiyono, Ronald Seger Prabowo / CN26)

Comments

comments