Foto: suaramerdeka.com / Setiady Dwi

Debit Air di Venue Ski Air PON XIX Menyusut

Foto: suaramerdeka.com / Setiady Dwi

Foto: suaramerdeka.com / Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com – Sepekan menjelang pembukaan, venue ski air PON XIX/2016 di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat belum mencapai kondisi ideal karena debit air yang susut Situasi tersebut berpotensi memberikan pengaruh pada manuver yang akan dilakukan atlet saat berlomba.

Mempertandingkan 12 nomor, ski air akan menyuguhkan persaingan ketat antarkontingen. Kondisi itu membuat Ketua Umum PB PON XIX, Ahmad Heryawan turun ke lokasi, Kamis (8/9). Didampingi, Dan Kontingen Jabar, Mayjen TNI Hadi Prasodjo, dia ingin memastikan venue bisa berfungsi optimal.

“Tak ada nomor yang dihilangan, semua pertandingan tetap digelar di sini. Kami ambil Plan B sepanjang debit tak bisa dinaikan dengan menggeser arena ke sebelah timur dari lokasi semula,” katanya.

Karenanya, dalam kunjungan itu, Heryawan meminta kepastian dari PT Indonesia Power terkait dengan pengaturan tinggi muka air Waduk Saguling yang menjadi tempat perlombaan. Utusan IP, Arief Sofyan sebelumnya menyatakan akan berkoordinasi secara internal karena persoalan TMA terkait dengan Pusat Pengatur Beban (P2B) PLN Pusat.

Selain itu, dia pun menyebut tak mungkin menaikan TMA secara drastis dalam dua pekan. “Itu ada pola pengaturannya. Kita paling banter bisa menaikan sekitar satu meter dari TMA 636 mdpl, dan ini kita harus koordinasikan dengan P2B,” tandasnya saat mendapat pernyataan floor yang ingin naik tiga meter ke 639 mdpl.

Jawaban itu tak memuaskan Heryawan dan jajaran terutama untuk koordinasi yang kemungkinan memakan waktu lama sementara pelaksanaan PON tinggal hitungan hari saja.

Meski demikian, dia meminta kenaikan debit hingga satu meter dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, ski air dapat diperlombakan dengan kondisi arena yang mendukung. Kedalaman saat ini sekitar lima hingga enam meter.

“Harus bisa itu, karena koordinasi dikhawatirkan waktunya sementara pelaksanaan semakin dekat. Inginnya kita, ada rekayasa sehingga debit airnya bisa naik,” katanya.

(Setiady Dwi / CN26)

Comments

comments