Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

David Jacobs Mantapkan Langkah ke Rio

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Petenis meja David Jacobs memantapkan langkah ke Paralympic Games di Rio de Janeiro Brasil 2016. Atlet National Paralympic Indonesia (NPC) Indonesia itu makin kokoh setelah meraih gelar juara tunggal putra kelas kecacatan TT10 dalam Asian Regional Championship 2015 di Jordania, pekan lalu.

”Peraih medali emas pada kejuaraan tingkat benua, baik Asia, Amerika, Afrika, Eropa maupun Australia, sudah pasti mendapatkan tiket ke Paralympic Rio. Demikian juga David yang merebut emas usai mengalahkan atlet Tiongkok, Ge Yang di partai final,” kata pelatih tenis meja NPC Indonesia, Rima Ferdianto, Senin (2/11).

Pada duel puncak di Amman Jordania, David menundukkan petenis meja Tiongkok, Ge Yang, 3-1. Tapi sebenarnya, dia telah mengantongi nilai aman menuju Paralympic. Sebab, dirinya tercatat menempati peringkat dua kelas TT10 dunia serta memenuhi poin partisipasi kejuaraan versi International Table Tenis Federation (ITTF). ”Medali emas itu sesuai target saya. Tetapi di nomor beregu hanya dapat perak karena kalah dari tim Tiongkok,” ujar David Jacobs.

Tim Indonesia yang diperkuat 12 atlet membawa pulang sekeping medali emas, dua perak dan empat perunggu dari ajang Asian Regional Championship pada 24-28 Oktober lalu. David memperoleh medali perak kategori beregu TT10, bersama Komet Akbar.

Satu perak lainnya digenggam Suwarti usai kalah 0-3 dari Mao Jing Dian, petenis meja asal Tiongkok yang menduduki peringkat satu kelas TT8 versi ITTF. ”Tapi Suwarti sempat membuat kejutan saat di semifinal menang 3-2 atas peringkat tiga dunia asal Tiongkok, Pan Meng Yi,” tambah Rima.

Sementara itu, empat medali perunggu antara lain diraih Supriyatna (kelas TT9) dan Agus Sutanto (TT5) di nomor tunggal. Supri yang bekerja sama dengan Rian Prahasta juga meraih perunggu nomor beregu setelah kalah 0-2 dari atlet Tiongkok, Ma Lin dan Zhao Yi Qing di semifinal.

Satu perunggu lainnya dihasilkan Suwarti yang turun bersama Shella Dwi Radayana dari nomor beregu kelas TT6-10. Duet Indonesia itu kalah 2-3 dari pasangan Korea, Koh Duk Ja-Kim Kun Hea. Lalu di arena tunggal Shella menang 3-2 atas Koh, sementara Suwarti kalah tipis 2-3 dari Kim.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments