Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

David Jacob Dikepung Trio Tiongkok

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

INCHEON,  suaramerdeka. com – Perjuangan lebih panjang harus dihadapi paralimpian tenis meja yang turun di kelas TT 9 pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea. Sebab panitia menggabungkan dua kelas, yakni TT9 dan TT10 pada pertarungan yang akan digelar di Songdo Global University Gymnasium, mulai Minggu (19/10).

“Akibat penggabungan itu, ada 32 atlet yang duel di kelas perseorangan putra TT 9-10. Andalan kami, David Jacob pun semakin banyak lawan. Dia dikepung tiga rival berat dari Tiongkok. Demikian pula Komet Akbar, sebagai unggulan kedua Merah Putih,” kata pelatih tenis meja National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto, Sabtu (18/10).

Ketiga atlet Negeri Tirai Bambu itu adalah Ge Yang yang punya kelas sama dengan David yakni TT9, serta Ma Lin dan Zhao Yi Qing (keduanya TT10). Ge Yang merupakan rival utama David pada Asian Para Games Guangzhou 2010. Kala itu, David dikandaskan Ge Yang di babak semifinal.

Namun pada beberapa ajang lain, keduanya beberapa kali ketemu lagi. “Enam-tujuh kali saya bertemu dia, tapi persentasenya saya banyak kalah. Hanya dua kali saya menang lawan Ge Yang,” kata David.

David akan menghadapi atlet Malaysia Chee Chao Ming pada pertarungan pertamanya di Grup A. Dia kemudian menghadapi Nurzhan Korpetayev (Kazhakstan) dan Batzoig Tungalag (Mongolia). Adapun Komet Akbar ditantang Kim Yong Woo (Korea), Lee Yao Tang (Taiwan) dan Saman Dewapriya (Srilanka) di Grup F.

Rima menambahkan, kalau tidak ada penggabungan kelas maka petenis yang lolos penyisihan langsung ke semifinal. “Tapi pada pertarungan nanti, mereka yang lolos baru masuk 16 besar. Kami yakin David bisa mencapai partai puncak, tapi harus melewati jalan panjang,” jelasnya.

(Setyo Wiyono/CN26)

Comments

comments