SERVIS: Paralimpian tenis meja David Jacobs melakukan servis saat berpasangan dengan Komet Akbar dalam ASEAN Para Games 2014 di Incheon, Korea. Keduanya akan bertarung di Bayreuth Open Jerman. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

David-Akbar ke Bayreuth Open Jerman

SERVIS: Paralimpian tenis meja David Jacobs melakukan servis saat berpasangan dengan Komet Akbar dalam ASEAN Para Games 2014 di Incheon, Korea. Keduanya akan bertarung di Bayreuth Open Jerman. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SERVIS: Paralimpian tenis meja David Jacobs melakukan servis saat berpasangan dengan Komet Akbar dalam ASEAN Para Games 2014 di Incheon, Korea. Keduanya akan bertarung di Bayreuth Open Jerman. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Paralimpian National Paralympic (NPC) Indonesia, David Jacobs dan Komet Akbar bakal kembali bertarung dalam turnamen tenis meja internasional. Kedua atlet klasifikasi TT10 putra itu, bersama Leonardo Aritonang (TT8) dan paralimpian wanita Sella Dwi Radayana (TT10) dalam single event bertajuk Bayreuth Open Jerman, Rabu-Sabtu (27-30/5).

“Saya akan berusaha mencapai hasil maksimal dalam kejuaraan dunia di Jerman itu. Saya ingin mengikuti David yang sudah memenuhi poin dan peringkat untuk bertanding di Paralympic Games Rio de Janeiro Brasil 2016,” kata Akbar, sebelum bersama rombongan bertolak meninggalkan Indonesia, Senin (25/5).

Komet Akbar saat ini menempati urutan 18 kelas TT10 putra versi International Table Tennis Federation (ITTF), sementara David berada di peringkat dua pada kelas yang sama. Ranking pertama kelas tersebut diduduki Patryk Chojnowski asal Polandia. Syarat untuk bisa bertanding dalam pesta olahraga empat tahunan dunia yang akan diselenggarakan di Rio de Janeiro adalah peringkat 14 besar dunia hingga akhir tahun ini.

Minimal Semifinal

Sebelum ke Jerman, David dan Akbar telah merintis jalan ke Paralympic dengan mengikuti kejuaraan internasional Slovenia Open (6-10/5) dan Slovakia Open (12-17/5). Pada nomor beregu, duo tersebut menjadi kampiun dalam dua single event itu. Namun di nomor perseorangan, nasib keduanya beda. David masing-masing menggenggam medali perak, sedangkan Akbar tak menembus tiga besar.

“Saya targetkan minimal masuk semifinal, sehingga bisa terus menambah peringkat saya,” ujar Akbar.

Bagi David, pertarungannya di Bayreuth Open guna memenuh persyaratan keikutsertaan dalam single event internasional guna menuju ke Rio. “Kurang sekali untuk bisa memenuhi syarat ikut Paralympic, ya ikut kejuaraan di Jerman itu. Saya akan mengejar prestasi terbaik,” tuturnya.

Dia menambahkan, butuh persiapan yang matang guna menghadapi multievent tertinggi olahraga internasional bagi para atlet difabel mendatang. Tak hanya butuh peringkat tinggi di ITTF, namun juga persiapan teknik, fisik dan mental untuk bertarung melawan paralimpian tenis meja tangguh dari negara-negara rival.

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments