JUARA: Paralimpian David Jacobs melepas bola saat duet sama Komet Akbar pada ASEAN Para Games di Incheon, Korea, tahun lalu. Keduanya menjadi juara beregu pada ajang terbuka di Slovenia dan Slovakia, pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

David-Akbar Juara di Slovenia-Slovakia

JUARA: Paralimpian David Jacobs melepas bola saat duet sama Komet Akbar pada ASEAN Para Games di Incheon, Korea, tahun lalu. Keduanya menjadi juara beregu pada ajang terbuka di Slovenia dan Slovakia, pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

JUARA: Paralimpian David Jacobs melepas bola saat duet sama Komet Akbar pada ASEAN Para Games di Incheon, Korea, tahun lalu. Keduanya menjadi juara beregu pada ajang terbuka di Slovenia dan Slovakia, pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Paralimpian tenis meja David Jacobs memantapkan langkahnya menuju Paralympic Games di Rio de Janeiro, Brasil, 2016. Bersama rekannya, Komet Akbar, dia berhasil menggenggam gelar juara beregu putra kelas TT10 pada dua turnamen internasional dalam dua pekan berturut-turut.

David dan Akbar menjadi kampiun pada Slovenia Open yang digelar 6-10 Mei lalu. Dua atlet pelatnas National Paralympic Committee (NPC) Indonesia itu menundukkan paralimpian Spanyol, Jose Manuel Ruiz dan Juan Perez di babak final. Sedangkan pada partai puncak Slovakia Open (12-17 Mei), duet atlet Merah-Putih tersebut mengalahkan atlet beregu Rusia, Pavel Lukyanov, Yuri dan Vladimir Glazov.

“Di nomor perseorangan, saya mendapatkan medali perak pada dua kejuaraan internasional tersebut,” kata David, Rabu (20/5).

Duel sengit dijalaninya. Pada final Slovenia Open, dia kalah 2-3 dari petenis meja Polandia, Patryk Chojnowski. Patryk merupakan pemegang ranking pertama dunia tenis meja difabel putra kelas TT10 versi International Table Tennis Federation (ITTF). Sedangkan di Slovakia Open, David ditundukkan paralimpian Spanyol, Jose Manuel Ruiz dengan skor sama.

Satu Turnamen Lagi

David saat ini menempati peringkat dua TT10 dunia versi ITTF. Jalan dia semakin lapang untuk mendapatkan tiket bertarung dalam Paralympic Rio de Janeiro 2016. ‘’Saya tinggal mengikuti sekali lagi turnamen internasional tahun ini, untuk mendapatkan tiket ke Rio. Saya berencana pergi lagi ke Jerman, pekan depan,’’ ujar David.

Total ada delapan paralimpian Indonesia yang turut bertarung dalam turnamen terbuka di Slovenia dan Slovakia tersebut. Hasilnya, total dua medali emas, dua perak dan dua perunggu dibawa pulang ke Tanah Air.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments