Foto: suaramerdeka.com / dok

Daud Yordan Tunggu Lawan Tanding

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Petinju Indonesia Daud Yordan hanya memiliki waktu tiga pekan untuk beristirahat setelah meraih gelar juara Internasional WBA kelas ringan lawan Cristian Rafael Coria di Uruguay, 4 Juni lalu. Usai beristirahat, petinju yang akrab disapa Cino tersebut bakal menjalani latihan di Bali guna menyongsong pertarungan berikutnya pada November mendatang.

“Saya akan balik ke Kalimantan untuk kumpul keluarga. Kira-kira dua atau tiga minggu lagi akan berlatih sambil menunggu jadwal pertandingan,” kata Daud usai bertemu mantan Ketua Umum PP Pertina yang juga anggota DPD RI Nono Sampono di Jakarta, Selasa (14/6).

Dia bersama promotor sedang mempertimbangkan lawan tanding yang lebih tinggi. Ada tiga opsi yang dipilih, antara lain juara WBC kelas ringan asal Venezuela Jorge Linares, kemudian juara WBA kelas super ringan Ricky Burns (Inggris) dan juara dunia WBA kelas ringan Anthony Crolla (Inggris).

“Dalam waktu satu bulan ini, manajemen akan membicarakan pertarungan berikutnya, kira-kira akhir tahun atau November. Pertarungan sedang tahap negosiasi, baik tempat dan lawan tanding,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya melakukan roadshow dengan mengunjungi orang-orang yang mendukung di dunia tinju hingga bisa mencapai gelar juara WBA Internasional. Selain bertemu Nono Sampono, Daud juga menemui Menpora Imam Nahrawi.

“Saya punya hubungan dekat. Pak Nono seperti orang tua saya sendiri. Saya dari amatir dibina beliau, kemudian terjun di ring internasional terus berkomunikasi. Beliau jadi panutan saya dan tentunya juga masyarakat tinju Indonesia,” terangnya.

Nono Sampono menuturkan, prestasi yang ditunjukkan Daud dengan merebut gelar juara WBA Internasional bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain. Apalagi, saat ini olahraga Indonesia sedang paceklik prestasi di tingkat internasional.

“Munculnya Daud ini diharapkan bisa menjadi perangsang bagi anak bangsa untuk berprestasi. Indonesia membutuhkan orang-orang berprestasi tingkat dunia sehingga bisa dihargai bangsa lain,” ungkap mantan ketua umum PP Pertina itu.

Dia berpesan kepada Cino agar tidak jemawa meski sudah menyandang gelar juara internasional. Apalagi, Daud masih memiliki misi untuk meraih gelar juara tinju dunia. “Daud harus tetap latihan dengan baik, tetap rendah hati, apa adanya, hormati pelatih dan orang tua. Kami akan terus mendorong agar Daud bisa prestasi lebih tinggi lagi,” ujar Nono.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments