Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Daerah Diminta Kirim Petinju

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Tak ingin hasil buruk di PON XVIII Riau 2012 lalu terulang kembali, Pertina Jateng bergegas memutar pemusatan latihan. Rencananya, pemusatan latihan akan berlangsung di Komplek Gelora Jatidiri, mulai Januari 2015 mendatang.

Untuk memuluskan rencana itu, pengurus juga sudah menyiapkan mes bagi para petinju yang terletak tidak jauh dari lokasi latihan. Mes dengan sembilan kamar terletak di daerah Karangrejo, Gajahmungkur. Mereka akan ditempa teknik, fisik dan mental hingga jelang pelaksanaan PraPON Tinju, Agustus 2015.

”Kami minta masing-masing kabupaten/kota mengirimkan petinju terbaiknya di setiap kelas. Nantinya, akan kami seleksi untuk mencari yang terbaik. Mereka yang lolos seleksi, akan mengikuti pemusatan latihan hingga pelaksanaan PraPON,” ujar Ketua Umum Pertina Jateng Simon Legiman.

Dalam mencari atlet berbakat, pengurus tidak memutar kejuaraan tingkat Jateng atau semacamnya. Namun menggelar seleksi tertutup dalam beberapa hari awal Januari mendatang. Seleksi akan dipantau oleh para pelatih Jateng, seperti Muhar Sutan, Adi Wiguna, Budi Purwanto dan Supriono.

Simon menambahkan, tidak ada syarat khusus bagi petinju peserta seleksi. Masing-masing daerah diperbolehkan mengirim petinju yang dianggap layak dan mampu bersaing. Aturan itu diberlakukan karena, para petinju yang pernah meraih medali di kejurprov maupun kejurnas belum jaminan dapat medali di PON.

”Berkaca pada PON 2012 lalu, banya petinju Jateng yang meraih emas di kejurprov maupun kejurnas. Tetapi gagal meraih medali di PON. Kali ini, kami meminta masing-masing daerah mengirimkan wakilnya untuk semua nomor. Kami akan tampil pada 17 nomor yang dipertandingkan,” sambungnya.

Hasil buruk di PON XVIII Riau 2012 lalu masih menjadi luka yang membekas bagi Pertina Jateng. Mendapatkan sembilan emas dan keluar sebagai juara umum di PraPON, tinju justru hanya dapat menyumbangkan perak dan dua perunggu saat di PON Riau.

Dua perak disumbangkan Wilis Boy Riripoi asal Solo yang turun di kelas 81 kg. Di final dia kalah dari Kristianus Nung Sedo asal Kaltim. Perunggu lainnya dari Ahmad Amri (Semarang) yang tampil di kelas 91 kg. Amri kalah dari Robby asal Sumbar di final.

Adapun dua perunggu lainnya disumbangkan Yulius Mauk kelas 56 kg (Solo) dan Musa Cahyadi kelas 49 kg asal Karanganyar. ”Kegagalan itu tidak boleh terulang kembali. Pada PON XIX Jabar 2016 mendatang, kami harus dapat menyumbangkan emas,” tandas Simon.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments