Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Cuaca Mendung Hambat Latihan Paralayang Solo

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Cuaca mendung dan curah hujan tinggi menghambat latihan para atlet paralayang Solo dan sekitarnya. Agenda mengasah kemampuan diri yang biasa dilakukan di kawasan Kemuning, lereng Gunung Lawu yang masuk wilayah Ngargoyoso, Karanganyar, terhenti. Padahal, mereka perlu persiapan untuk menghadapi berbagai kejuaraan sepanjang 2016.

”Sejak Desember lalu, aktivitas latihan di Kemuning terhenti. Mendung hitam dan hujan yang turun sewaktu-waktu, serta arah angin cenderung berubah-ubah, membuat kami tak ingin mengambil risiko untuk tetap berlatih,” kata atlet sekaligus Ketua Pengkot Paralayang Solo, Dewanto ”Bolot” Basuhendro, Rabu (27/1).

Kondisi cuaca merupakan salah satu faktor yang sangat diperhitungkan dalam olahraga dirgantara. Sebab hal tersebut berkait erat dengan keselamatan para atlet. Menurut dia, lebih baik menghentikan sementara latihan-latihan di udara, ketimbang menghadapi risiko tinggi celaka.

”Sebenarnya ada alternatif tempat berlatih di luar eks Karesidenan Surakarta, yakni di Parangtritis. Tapi cuaca di sana juga belum bersahabat, kecenderungannya masih tailwind (angin bertiup dari arah belakang-red),” tutur Bolot.

Serangkaian kejuaraan paralayang, baik berlingkup nasional maupun terbuka internasional, bakal digelar di Indonesia sepanjang 2016. Menurut lelaki kelahiran Surabaya, 28 Maret 1975 tersebut, kalender event yang telah disusun pengurus pusat paralayang.

”Ajang terdekat adalah Jogja Air Show (JAS) yang diselenggarakan di kawasan pantai Parangtritis, Bantul. Kegiatan itu rencananya digelar pada awal Maret mendatang. Selanjutnya ada kegiatan Kasau Cup pada bulan berikutnya,” jelas dia.

Biasanya, sejumlah atlet paralayang di wilayah eks Karesidenan Surakarta sering mengadakan latihan bersama untuk menempa performa. Tak jarang, beberapa atlet dari daerah lain seperti Magelang dan Yogyakarta juga bergabung untuk mengasah kemampuan di kawasan Kemuning.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments