TERBANG: Atlet paralayang Solo Dewanto "Bolot" Basuhendro terbang di kawasan bukit Kemuning, Karanganyar, beberapa waktu lalu. Dia kini bersiap ikuti latihan bertama di Batu, Jatim. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Cuaca Buruk Hentikan Latihan Paralayang

TERBANG: Atlet paralayang Solo Dewanto "Bolot" Basuhendro terbang di kawasan bukit Kemuning, Karanganyar, beberapa waktu lalu. Dia kini bersiap ikuti latihan bertama di Batu, Jatim. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

TERBANG: Atlet paralayang Solo Dewanto “Bolot” Basuhendro terbang di kawasan bukit Kemuning, Karanganyar, beberapa waktu lalu. Dia kini bersiap ikuti latihan bertama di Batu, Jatim. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Cuaca buruk beberapa pekan terakhir menghentikan latihan rutin paralayang di kawasan Bukit Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar. Ketua Pengkot Paralayang Solo Dewanto Basuhendro menyebut latihan terakhir para atlet Kota Bengawan dan sekitarnya di perbukitan Gunung Lawu itu sudah lebih dari dua pekan lalu.

“Hujan sering turun tiba-tiba, awan pekat juga berbahaya untuk latihan terbang tinggi. Maka latihan yang biasa dilakukan para atlet dari berbagai daerah di Kemuning, dihentikan sementara,” ujar Hendro, Senin (4/12).

Cuaca tak bersahabat bagi olahraga dirgantara memang terjadi di Solo dan sekitarnya sejak pertengahan November lalu. Selain curah hujan tinggi, arah dan kecepatan angin pun sering berubah-ubah. Padahal untuk lepas start paralayang, dibutuhkan arah angin headwind atau berhembus dari arah depan.

“Kalau cross (angin bertiup dari samping-red), apalagi tailwind (angin bertiup dari arah belakang-red), sangat berbahaya untuk start luncur dan mendarat,” tambah pria yang juga atlet paralayang Solo itu.

Kendati demikian, penjagaan kondisi tetap dilakukan para atlet paralayang Kota Bengawan. Prestasi dalam berbagai kejuaraan juga terus diburu. Salah satu prestasi itu ditorehkan atlet putri Hanifah dalam kejuaraan nasional berseri Trip of Indonesia (Troi) di Bondowoso, Jatim, beberapa waktu lalu.

“Hanifah merebut gelar juara tiga Ktm (ketepatan mendarat) putri. Dia memang salah seorang atlet putri Solo yang punya potensi bagus di nomor Ktm,” tutur Hendro.

Berkait cuaca yang kurang bersahabat, dia memperkirakan situasinya akan berlangsung paling tidak hingga akhir tahun ini. Karena itu, kegiatan-kegiatan latihan terbang di kawasan Kemuning kemungkinan baru bisa dilakukan lagi pada awal 2017.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments