Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Chris John: Tinju Profesional Memprihatinkan

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Mantan juara dunia tinju kelas ringan versi WBA, Chris John merasa prihatin dengan kondisi tinju profesional Tanah Air.

Sebab, sejauh ini pertandingan tinju profesional bisa dihitung dengan jari akibat minimnya promotor yang bersedia menggelar laga. “Kondisi tinju profesional Indonesia sangat memprihatinkan seperti hidup segan mati tak mau,” kata Chris John.

Untuk diketahui, dunia tinju profesional Indonesia mulai bangkit ketika media elektronik ikut terlibat menampilkan pertandingan. Bahkan, kala itu ada laga ‘Sabuk Emas RCTI’ yang dipromotori Herry ‘Aseng’ Sugiarto dan ‘Gelar Tinju Profesional Indosiar (GTPI)’ dipromotori Daniel Bahari.

Berkat dukungan stasiun televisi, muncul juara dunia kelas terbang mini IBF, M Rahman dan Chris Jhon yang menjadi juara dunia kelas ringan WBA. “Pertandingan tinju profesional tidak seramai dulu. Promotor tidak lagi banyak bermunculan,” jelas Chris John.

Dia mengatakan, organisasi tinju profesional harus menggelar banyak kejuaraan agar muncul petinju kelas dunia. Apalagi, belum lama ini berdiri Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) yang dikukuhkan oleh Kemenpora.

Sebelum FTPI berdiri,  sudah ada organisasi profesional lain seperti Komisi Tinju Indonesia (KTI), Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) dan Federasi Tinju Indonesia (FTI).

“Saya berharap FTPI bisa mencetak promotor yang aktif membuat pertandingan tinju tingkat nasional dan internasional. Bukan malah menambah daftar organisasi tinju profesional yang sudah ada. Saya yakin promotor banyak muncul dan dengan banyaknya pertandingan akan memunculkan petinju berprestasi,” paparnya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments