TUMPAHKAN EMOSI : Chico Aura Dwi Wardoyo menumpahkan emosi setelah lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior di Bilbao Arena, Bilbao, Spanyol, Sabtu (12/11). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

Chico Melaju ke Final di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior

TUMPAHKAN EMOSI : Chico Aura Dwi Wardoyo menumpahkan emosi setelah lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior di Bilbao Arena, Bilbao, Spanyol, Sabtu (12/11). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

TUMPAHKAN EMOSI: Chico Aura Dwi Wardoyo menumpahkan emosi setelah lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior di Bilbao Arena, Bilbao, Spanyol, Sabtu (12/11). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

BILBAO, suaramerdeka.com – Indonesia meloloskan satu wakil ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior 2016, melalui Chico Aura Dwi Wardoyo. Menghadapi unggulan dua tunggal putra Lee Zii Jia (Malaysia) di Bilbao Arena, Bilbao, Spanyol, Sabtu (12/11), Chico sukses membalas dua kekalahannya.

Dalam dua gim ia menang 21-18, 21-18. ”Saya sudah belajar dari dua pertemuan melawan Lee Zii Jia. Saya belajar bagaimana pola permainan dia. Saya berdiskusi dengan pelatih (Deni Danuaji) bagaimana harus mengatasi dia, dan tadi akhirnya saya bisa berhasil menang,” ujar Chico usai laga.

”Pada pertandingan tadi saya mencoba untuk beradu cepat di depan net dan terus sabar sampai waktu yang tempat untuk menyerang balik,” tambahnya.

Di final Minggu (13/11), Chico akan menghadapi Sun Feixiang (Tiongkok). Unggulan lima itu menumbangkan Kantaphon Wangcharoen (Thailand) dengan skor 21-9, 21-13. ”Lawan Sun saya juga pasti nanti akan kembali bersiap, belajar bagaimana cara dia bermain,” tuturnya.

Menjadi satu-satunya wakil yang lolos ke final mewakili Indonesia, Chico mengaku bangga. Karena itu ia memohon doa restu agar berhasil juara.

Sementara itu, ganda putri Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira gagal ke final setelah dijegal Sayaka Hobara/Nami Matsuyama (Jepang) dengan skor 14-21, 13-21. Menghadapi unggulan dua tersebut, Jauza/Yulfira tak bisa lepas dari tekanan. Mereka yang di perempat final kemarin bertarung selama 85 menit, tak bisa mengembangkan permainan.

”Di lapangan tadi rasanya kaki cukup berat, memang staminanya tidak sama dengan kemarin. Pertandingan kemarin memang sangat melelahkan,” ujar Yulfira.

Senada diutarakan Jauza. Dia mengakui staminanya menurun. Meski terhenti, keduanya bersyukur atas capaian hingga semifinal ini. ”Ini pertama kali kami bermain berpasangan, tetap bersyukur bisa meraih perunggu. Semoga ke depannya bisa jauh lebih baik lagi,” harap Yulfira.

(Wahyu Wijayanto/CN39/SM Network)

Comments

comments