STANDARDISASI: Para anggota Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) yang terdiri dari (kiri-kanan) Dr Agus Mahendra MA, Prof Mulyana MPd, Dr Sony Teguh Trilaksono dan Dr Eddy Purnomo Mkes saat menyampaikan materi pada hari terakhir Sosialisasi dan Bimtek Persiapan Akreditasi Organisasi Olahraga Prestasi dan Rekreasi oleh BSANK di Hotel Cavinton, Kota Jogja. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

Cabor Berbasis Olimpiade dan Asian Games Jadi Bidikan Awal Akreditasi

STANDARDISASI: Para anggota Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) yang terdiri dari (kiri-kanan) Dr Agus Mahendra MA, Prof Mulyana MPd, Dr Sony Teguh Trilaksono dan Dr Eddy Purnomo Mkes saat menyampaikan materi pada hari terakhir Sosialisasi dan Bimtek Persiapan Akreditasi Organisasi Olahraga Prestasi dan Rekreasi oleh BSANK di Hotel Cavinton, Kota Jogja. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

STANDARDISASI: Para anggota Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) yang terdiri dari (kiri-kanan) Dr Agus Mahendra MA, Prof Mulyana MPd, Dr Sony Teguh Trilaksono dan Dr Eddy Purnomo Mkes saat menyampaikan materi pada hari terakhir Sosialisasi dan Bimtek Persiapan Akreditasi Organisasi Olahraga Prestasi dan Rekreasi oleh BSANK di Hotel Cavinton, Kota Jogja. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Sejumlah cabang olahraga (cabor) akan menjadi bidikan awal akreditasi dari Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK). Akreditasi dan Standardisasi diperlukan agar prestasi olahraga di Indonesia bisa terus meningkat.

“Kami utamakan cabang-cabang yang berbasis olimpiade dan dan Asian Games target dari akreditasi. Dilakukan agar bisa segera mengejar ketinggalan,” tutur Wakil Ketua BSANK Dr Sony Teguh Trilaksono, Jumat (11/11).

Menurut dia, sesuai arahan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi BSANK ditarget untuk bisa menstandarisasi cabang olahraga. Meski pada 2016 ini badan yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 11 Tahun 2014 itu masih sebatas pada tahapan sosialisasi standardisasi.

“Dari hitungan kami ada delapan sampai sepuluh cabor yang siap diakreditasi, setidaknya sampai tahun depan. Seperti atletik, renang, bola basket, panahan, angkat besi dan bulu tangkis,” tuturnya.

Maka dari itu sebagai bagian dari sosialisasi, selama dua hari dan berakhir kemarin, tim dari BSANK melakukan sosialisasi terhadap pelaku-pelaku olahraga mulai pengurus cabang olahraga tingkat provinsi dan juga dari Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Selain Sony, hadir pula sejumlah anggota BSANK lainnya seperti Dr Agus Mahendra MA, Prof Mulyana MPd dan Dr Eddy Purnomo MKes.

Di hadapan para peserta salah seorang anggota BSANK Dr Eddy Purnomo menjelaskan fungsi institusinya adalah merumuskan standar keolahragaan nasional baik itu organisasi olahraganya, penyelenggaraan olahraganya dan lain-lain.

“Setiap cabor harus mengajukan diri untuk distandardisasi. Cabor yang belum terstandardisasi pemerintah tidak akan memberikan dana ke pengurus-pengurus olahraga tingkat pusat,” sambungnya.

Sementara itu anggota BSANK lainnya, Prof Mulyana MPd menambahkan untuk tahun ini setidaknya ada dua cabor yang terakreditasi. Salah satunya bulu tangkis.

“Seperti bulu tangkis itu prestasinya sudah internasional dan struktur organisasi juga sudah bagus. Jadi mudah kami untuk melakukan assesor,” tandas dia.

(Gading Persada/CN39/SM Network)

Comments

comments