Foto: suaramerdeka.com / dok

Butet Tak Ingin Banyak Omong

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

RIO DE JANEIRO, suaramerdeka.com - Untuk kesekian kali, Lilyana Natsir kembali memanggul beban berat untuk berjaya di Olimpiade. Bersama Tontowi Ahmad, mereka menjadi salah satu tumpuan untuk menyambung kembali tradisi emas Olimpiade yang terputus empat tahun lalu.

Di London 2012, pasangan yang biasa disapa Owi/Butet tersebut terhenti di semifinal. Medali pun urung direbut setelah kalah dalam perebutan perunggu. Empat tahun sebelumnya di Beijing 2008, saat masih berpasangan dengan Nova Widianto, Butet gagal mempersembahkan emas setelah ditumbangkan Lee Hyo-jung/Lee Yong-dae (Korsel) di partai puncak.

Lilyana menjadi satu-satunya pebulu tangkis putri Indonesia yang lolos ke tiga Olimpiade. Hebatnya, dalam tiga kesempatan itu ia selalu menjadi unggulan.

Putri Manado itu memang sarat pengalaman. Selama 12 tahun ia tak pernah tergeser dari daftar pemain top. Berbagai prestasi diraih termasuk tiga emas Kejuaraan Dunia. Namun di Olimpiade, Butet belum mempersembahkan emas bagi Indonesia.

”Tentunya besar harapan untuk meraih emas di Olimpiade ketiga ini. Mendekati Olimpiade, saya memang tidak mau bicara banyak. Talk less, do more. Bukannya pelit omong ya, tetapi dengan begini saya merasa bisa lebih tenang dan fokus menuju pertandingan. Tak lupa saya mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Dikatakan, emas Olimpiade yang belum pernah diraih menjadi ganjalan di hatinya. Juara Olimpiade menurutnya adalah impian terbesar bagi setiap pebulu tangkis di dunia.

Setelah Olimpiade Beijing 2008, Liliyana dan Nova berpisah. Nova pensiun, sedangkan Lilyana dicoba berpasangan dengan Tontowi Ahmad. Awalnya uji coba ini dimaksudkan untuk mengangkat prestasi Owi yang lebih muda, namun Lilyana membuktikan bahwa dipasangkan dengan siapapun, ia mampu berprestasi.

Pasangan ini juga mencetak sejarah baru sebagai ganda campuran pertama di Indonesia yang mampu mencetak hattrick juara All England 2012, 2013 dan 2014. ‘

‘Lilyana adalah sosok yang pantang menyerah. Kalau kalah dari lawannya, dia pasti sudah punya rencana untuk membalas. Biasanya kalau habis kalah, saya tidak menelepon dia, karena menjaga perasaannya. Tunggu saja beberapa hari pasti dia yang akan telepon saya,” kata Auw Jin Chen, ibunda Butet.

Dalam Olimpiade nanti, Towi/Lilyana tergabung dalam Grup C. Mereka akan berkompetisi dengan Bodin Issara/Savitree Amitrapai (Thailand), Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), serta Robin Middleton/Leanne Choo (Australia). Dua pasangan dari empat grup akan lolos ke babak perempat final.

(Wahyu Wijayanto / CN26)

Comments

comments