Pebulutangkis Suryo Nugroho beraksi pada Indonesia Internasional Para-Badminton di Solo, beberapa waktu lalu. Dia meraih emas pada Asian Para-Badminton Championship di Tiongkok, Minggu (27/11). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Bulu Tangkis NPC Raih Dua Emas di Beijing

Pebulutangkis Suryo Nugroho beraksi pada Indonesia Internasional Para-Badminton di Solo, beberapa waktu lalu. Dia meraih emas pada Asian Para-Badminton Championship di Tiongkok, Minggu (27/11). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Pebulutangkis Suryo Nugroho beraksi pada Indonesia Internasional Para-Badminton di Solo, beberapa waktu lalu. Dia meraih emas pada Asian Para-Badminton Championship di Tiongkok, Minggu (27/11). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Dua medali emas, dua perak dan dua perunggu diraih tim bulu tangkis National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Beijing, Tiongkok, Selasa Minggu (22-27/11).

Dua medali emas digenggam Suryo Nugroho dari nomor tunggal kelas SU5 dan pasangan Hari Susanto/Ukun Rukaendi di kelas SL3-4 dari ajang bertajuk Asian Para-Badminton Championship 2016 itu.

Suryo menundukkan Taiyo Imai (Jepang), 21-13 dan 21-7 pada partai puncak. Sedangkan Hari/Ukun menang 21-14 dan 21-16 atas duet Malaysia, Muhammad Huzairi Abdul Malek/Bakri Omar.

‘’Pertarungan sangat berat, karena saat berangkat ke Beijing kami sama sekali tidak tahu kekuatan pemain-pemain lawan. Namun saya bersyukur masih bisa meraih emas,’’ kata Suryo, Senin (28/11).

Selain menjadi jawara di nomor tunggal SU5, dia yang berpasangan dengan Oddie Kurnia Dwi Listiant Putra juga meraih perak di arena ganda SU5. Duet Merah Putih itu kalah 9 21 dan 15-21 dari Liek Hou Cheah/Hairol Fozi Saaba (Malaysia). Sekeping perak lainnya disabet Hari Susanto setelah kalah 4-21 dan 11-21 dari Suhas Lalinakere Yathiraj (India) di nomor tunggal SL4.

Meleset

Sementara itu medali perunggu diraih Oddie Kurnia dari tunggal putra kelas SU5 dan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko tunggal putri SU5. Total tujuh pebulutangkis Tanah Air bertarung dalam single event bulu tangkis tingkat Asia tersebut.

‘’Target kami sebenarnya tiga medali emas, tapi satu meleset. Ketatnya pertarungan sungguh di luar perkiraan, karena kami baru kali pertama ini mengikuti single event internasional,’’ tutur pelatih bulu tangkis NPC Indonesia, M Nurachman.

Dia mengungkapkan, banyak pemain muda dari Jepang, Korea, China dan India bermunculan di ajang tersebut. Mereka memiliki tenaga dan motivasi besar untuk memenangi setiap pertandingan. Di sisi lain, tak banyak atlet muda dari Indonesia.

‘’Selain itu, cuaca di Beijing sangat dingin hingga minus dua derajat celcius, karena musim salju. Hal itu mempengaruhi kondisi fisik anak-anak, mereka tidak bisa cepat panas,’’ uangkap Nurrachman.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments