Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Bina Raga Jateng Masih Andalkan Muka Lama di Pra PON

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pengprov Persatuan Angkat Berat, Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jateng mengandalkan nomor binaraga di babak kualifikasi PON XIX nanti. Provinsi ini masih mengandalkan muka-muka lama seperti Mheni, Budiono, Mualibi, Sansan, Agus Widodo, Bambang dan Eko Santoso.

Kabid Bina Prestasi PABBSI Jateng Hadi mengatakan, peluang binaragawannya di babak kualifikasi nanti masih sangat terbuka. Meski persaingan di nomor tersebut sekarang ini makin merata. Hadi yakin, mereka masih mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain yang mungkin saja lebih muda. ”Kami terus melakukan persiapan sembari menunggu aturan bagaimana dan juga kuota yang diberikan,” tutur Hadi, (12/1).

Selain binaraga, pihaknya juga tengah mempersiapkan atlet untuk nomor angkat berat dan besi. Nama-nama lifter telah dikantongi hasil pemantauan kejuaraan provinsi angkat berat dan besi, beberapa waktu lalu.

Kejurprov senior dan yunior itu sebagai alat pantau induk organisasi itu untuk menakar kekuatan diri sendiri untuk pra-PON. ”Nama-nama sudah kami pegang dan tinggal menggodok mekanisme pemusatan latihan untuk mereka,” kata Hadi yang juga pelatih Jateng itu.

Diakuinya, peluang lebih besar ada di angkat besi jika dibandingkan angkat berat. Prestasi Jateng untuk angkat berat kurang bersinar. Jateng mengandalkan Sucipto, Budi Laksono dan Tri Wibowo

Adapun di nomor angkat besi, provinsi ini mempunyai lifter andal terutama di sektor putri. Jateng mempunyai Siti Nafisa (53 kg), Tika Mulyaningrum (58 kg) dan Dyah Ayu Permatasari (69 kg). Hadi menjelaskan, prestasi ketiga atlet putrinya itu bagus di kancah nasional. Bahkan nama terakhir sempat dipanggil PB PABBSI untuk Asian Games.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments