Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Bidak Harapan Juarai Seri Pertama Liga Catur Beregu

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka. com - Tim Bidak Harapan berhasil menjadi juara seri pertama Liga Catur Beregu Kota Semarang. Tim yang digawangi Marwanto MN, Nur ”Aspal” Icha, Iswar Ade MN berhasil mengumpulkan angka Match Point (MP) 10 dan Victory Point (VP) 14,5 pada pertandingan di RM Sampurna, Minggu (28/9).

Mereka berhasil mengungguli dua tim tuan rumah yakni Sampurna C dan Sampurna D, yang hanya menempati peringkat dua dan tiga. Sampurna C mengumpulkan angka MP 10 dan VP 12,5, hanya selisih dua angka dalam VP. Sementara Sampurna D dengan Mp 9 dan Vp 13.

Meski seluruh personel berasal dari Semarang, Bidak Harapan tetap dapat menunjukkan keperkasaannya di ajang itu. Nama Mawarwanto MT dan Nur ”Aspal” Icha pun membuat minder lawan-lawannya setelah pada Porprov 2013 lalu di Banyumas menjadi wakil dari Semarang.

Pada acara yang dibuka Ketua Umum Percasi Kota Semarang Syafi’i, pengurus memberikan hadiah pembinaan kepada juara pertama sebesar Rp 2 juta, sedangkan peringkat kedua, Sampurna C yang diperkuat Mansur Hidayat MN, Isti Widodo WNP dan Mulyono memperoleh uang pembinaan Rp 1,5 juta. Adapun Sampurna D yang diisi Eri Purnomo, Utomo dan Hartono mendapatkan Rp 1 juta.

”Seri pertama berlangsung berlangsung hampir sehari semalam. Hal itu tidak lepas dari ketatnya pertandingan sepanjang liga. Sayang, kali ini, pecatur yunior tidak ambil bagian karena sedang mengikuti kegiatan Percasi Jateng di Batang,” ujar Wakil Ketua Umum Percasi Kota Semarang Syahrul Qirom.

Liga Catur Beregu itu diikuti 18 tim dari 10 klub. Klub yang mengirimkan tim terbanyak adalah Sampurna. Mereka menurunkan empat tim sekaligus di kejuaraan tersebut. Sementara Damar dan Undip masing-masing tiga tim. Adapun klub lainnya, seperti Andy Club, Bidak Merah Putih, Kuda Gajah, Percaka, Rejomulyo, Bidak Harapan dan PCKB masing-masing satu tim.

”Ini menjadi agenda kedua setelah sebelumnya digelar kejuraraan catur non master di Wonderia. Pada prinsipnya, kami ingin memberikan wadah bagi para pecatur Kota Semarang untuk menambah kemampuan dan jam terbang,” kata Wakil Ketua Umum Percasi Kota Semarang Syahrul Qirom.

Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi setiap tim. Bila tahun lalu setiap tim diisi empat pecatur, kali ini hanya tiga. Setiap tim boleh diperkuat satu pecatur dari luar Semarang. Sebelumnya, dua pecatur non Semarang boleh ambil bagian, sekarang hanya satu.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments