PELEPASAN: Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jendral TNI Jaswandi memimpin langsung acara pelepasan atlet barongsai dan bela diri yongmoodo di GOR Patriot IV Dipenegoro, Semarang, Jateng, Senin (19/9). (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

Berangkatkan 56 Atlet, Targetkan Dua Emas

PELEPASAN: Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jendral TNI Jaswandi memimpin langsung acara pelepasan atlet barongsai dan bela diri yongmoodo di GOR Patriot IV Dipenegoro, Semarang, Jateng, Senin (19/9). (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

PELEPASAN: Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jendral TNI Jaswandi memimpin langsung acara pelepasan atlet barongsai dan bela diri yongmoodo di GOR Patriot IV Dipenegoro, Semarang, Jateng, Senin (19/9). (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FORBI) Jateng memberangkatkan 56 atlet dalam laga eksebisi PON XIX Jabar 2016 yang akan ditandingkan di Bogor. Ketua Umum FOBI Jateng Tutuk Kurniawan menargetkan, para atlet barongsai bisa merebut dua dari sembilan emas yang diperebutkan.

Setelah diresmikan sebagai salah satu cabang olahraga, barongsai memang memiliki peluang untuk jadi salah satu cabor di PON. “Tahun ini masih jadi cabang eksebisi di PON XIX Jabar 2016. Harapannya di PON XX 2020 nanti, barongsai bisa jadi cabang resmi yang dipertandingkan,” katanya saat pelepasan atlet barongsai dan bela diri yongmoodo di GOR Patriot IV Dipenegoro, Semarang, Jateng, Senin (19/9).

Keindahan, kekompakan, kecepatan akan menjadi beberapa poin penilaian dalam kejuaraan cabang barongsai. Di PON Jabar, hampir semua provinsi di Indonesia mengirim atletnya untuk bersaing di sembilan kelas yang dipertandingkan. “Saingan terberat tentu DKI dan Aceh. Mereka sudah mempersiapkan atletnya bertahun-tahun lalu,” katanya.

Dalam pelepasan atlet barongsai dan bela diri yongmoodo di GOR Patriot IV Dipenegoro, Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jendral TNI Jaswandi memimpin langsung upacara pelepasan. Dirinya berharap, para atlet Jateng dalam partisipasinya PON XIX Jabar 2016 bisa mengharumkan nama daerah.

“Ini merupakan kepercayaan dari Kodam Diponegoro maupun masyarakat Jateng bagi para atlet barongsai dan bela diri yongmoodo untuk mengharumkan nama Jateng. Meski masih eksebisi, keikutsertaan dua cabang olahraga ini merupakan satu syarat untuk bisa dipertandingkan di PON XX 2020,” katanya.

Nantinya, akan ada penilaian dalam eksebisi dari KONI pusat, apakah dua cabor tersebut layak atau tidak dipertandingkan di PON 2020.

“Pesan kami, jaga sportifitas, kekompakan, dan jaga kondisi fisik dan stamina saat di Jawa Barat. Harapannya kontingen Jateng bisa menorahkan prestasi terbaik di PON Jabar,” tegasnya.

(Lanang Wibisono/CN39/SM Network)

Comments

comments