ATLET KIRAB: Sejumlah atlet Solo peraih medali dalam PON XIX/2016 turut dikirab dalam ‘’Jong Parade’’ yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Solo, Minggu (30/10). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Bangga, Atlet Peraih Medali PON Dikirab

ATLET KIRAB: Sejumlah atlet Solo peraih medali dalam PON XIX/2016 turut dikirab dalam ‘’Jong Parade’’ yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Solo, Minggu (30/10). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

ATLET KIRAB: Sejumlah atlet Solo peraih medali dalam PON XIX/2016 turut dikirab dalam ‘’Jong Parade’’ yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Solo, Minggu (30/10). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

BANGGA. Begitu rata-rata ungkapan sejumlah atlet Solo peraih PON XIX/2016 yang turut dikirab dalam ‘’Jong Parade’’, Minggu (30/10). Mereka merasa, prestasi yang digenggamnya dari arena pesta olahraga empat tahunan itu turut diperhatikan, sehingga mendapat tempat dalam arak-arakan memperingati Hari Sumpah Pemuda.

‘’Tentu saya bangga, teman-teman lain juga merasa senang. Sebab melalui kirab ini, prestasi kami turut diperkenalkan kepada masyarakat,’’ kata Dinda Dwi Arianti, atlet anggar peraih perunggu nomor senjata sabel beregu putri.

Simbol juara ketiga tersebut direbutnya bersama dua rekannya sesama atlet Kota Bengawan, yakni Adira Kurnawati dan Agustin Dwi Damayanti. Selain itu, Agustin dan fencer (sebutan atlet anggar) putra Ryan Pratama juga meraih medali perak kategori perorangan.

Perasaan bangga tak hanya milik para atlet, namun juga para pelatih/pembinanya. Pelatih renang Devy Rachyuanto, pelatih anggar Hendra Faradilah dan pengurus Pengkot Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi Solo) Sahadi menyatakan, sudah semestinya atlet peraih medali mendapat tempat dalam kirab semacam itu.

Memancing Minat

Sahadi mengatakan, bagaimanapun dua pebola basket putri Solo peraih medali emas,Annisa Wulansari dan Citra Nugraheny turut membawa nama harum Solo.

‘’Maka sepatutnya peraih medali PON atau kejuaraan lain seperti SEA Games, juga ditampilkan. Selain bangga, hal itu bisa memancing minat masyarakat agar mendukung anak-anaknya berprestasi di olahraga,’’ ujar Kabid Organisasi Perbasi Solo itu.

Kendati demikian, tidak semua dari total 27 atlet Solo peraih medali PON mengikuti kirab. Sebagian atlet tidak bergabung karena mengikuti berbagai kejuaraan di cabangnya masing-masing.

Atlet paralayang Dewanto Basuhendero yang merebut dua medali emas, satu perak dan dua perunggu sedang bersaing dalam kejuaraan di Bali. Atlet panjat tebing yang meraih emas, M Marsudin dan Sutrisno tengah berlomba di Yogyakarta, pebalap motor peraih perunggu Agus ‘’Iwan’’ Setiawan sedang lomba di Semarang, serta para atlet menembak mengikuti kejuaraan di luar Solo.

‘’Tak masalah bagi atlet yang tidak bisa bergabung. Toh mereka juga sedang mengejar prestasi di kejuaraan lain. Yang penting dalam rangkaian kirab Sumpah Pemuda ini, kami juga menunjukkan bahwa para atlet yang merupakan pemuda-pemudi juga punya prestasi di olahraga,’’ jelas Gatot.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments