Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

Ban IRC Wajib di 3 Kelas Utama

Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

SALATIGA, suaramerdeka.com – Putaran pembuka IRC Powertrack Indonesian Grasstrack National Championship 2015 menuai sukses besar pada tayangan perdananya. Event yang dipromotori Lightning Production (LP) ini berlangsung di Sirkuit Regunung Tengaran, Salatiga, Jateng, (16-17 Mei) kemarin.

“Balap ini merupakan salah satu event yang kini sudah menjadi pilihan para crosser di Indonesia. Lihat saja untuk seri pertama sudah lebih dari 200 pembalap yang ikut ajang ini baik dari Jateng ataupun kota lain di Indonesia. Keinginan kami tentu saja Grasstrack di tanah air semakin profesional dan berkembang. Grasstrack memang salah satu cabang balap Offroad yang membutuhkan skill khusus bahkan pembalap di Motocross pun belum tentu bisa menang disini, ”ujar A. Judiarto, komandan Lightning Production yang datang bersama Ketua Pengprov IMI Jateng, AKBP.(Purn) H.Kadarusman.

Tentunya banyak kelas yang di lombakan tapi tentunya ada beberapa kelas yang menjadi magnet tersendiri. Kelas khusus itu adalah Power to Power yang jadi sajian menarik tersendiri. Pada kelas ini para pembalap di adu untuk berkompetisi secara tandem atau berdua saja. Dari beberapa pembalap itunantinya akan terpilih yang terbaik.

Untuk kategori kelas utama ada 3 yang cukup menarik perhatian. Tiga kelas tersebut adalah kelas Bebek Modifikasi 110 cc senior, Bebek Modifikasi 125 cc senior, dan kelas Campuran (sport & trail) Senior. Hebatnya lagi untuk tiga kelas tersebut pembalap di wajibkan untuk menggunakan ban lokal yakni IRC.

“Sebagai sponsor tentu saja kami mendapatkan timbal balik yang sepadan. Apalagi ban IRC sudah terbukti handal untuk kegiatan offroad. Salah satu ban yang wajib d gunakan adalah IRC tipe iX-05H berukuran depan 70/100-19 dan belakang iX-09W ukuran 90/100-16,” kata Yanto Gondrong, sebagai Koordinator Event PT. Gajah Tunggal, produsen ban IRC.

Pertarungan antar pembalap di kelas-kelas utama memberikan tontonan yang menegangkan. Jagoan lokal seperti Rizky HK dan Akbar Taufan dan lain-lain sangat menghibur ribuan penonton di sirkuit Regunung tersebut. Apalagi di Powertrack ini kuda pacuan pembalap di beri kebebasan untuk di modifikasi.

Ini ditujukan agar para mekanik bisa bebas berkreasi di teknologi yang mereka kuasai. Yang jelas batasan yang tetap harus di patuhi hanya kapasitas CC saja. Jadi piranti seperti rasio, CDI, klep, dan lain-lain boleh di utak atik atau di ganti dengan versi after market ataupun dengan bahan tertentu.

“Tahun ini balapan lebih menantang karena kita di bebaskan untuk meracik motor untuk kencang dan kompetitif. Aturan ini mirip dengan yang ada di balap Motorprix atau Indoprix. Selain adu skill kini kita bisa mengadu kreatifitas dalam pengembangan teknologi motor,” kata Akbar Taufan, pembalap asli Salatiga yang kini di sponsori oleh minuman energy asal Italy, Go & Fun ini.

(Heru Fajar/CN39/SM Network)

Comments

comments