Foto: suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto

Balapan Ketahanan di Fuji Speedway, Adaptasi Sean Cs Memuaskan

Foto: suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto

Foto: suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto

OYAMA, suaramerdeka.com – Adaptasi tiga pembalap Extreme Speed Motorsport (ESM) jelang seri ketujuh balapan ketahanan enam jam balap FIA World Endurance Championship (WEC), di Sirkuit Fuji Speedway, Oyama, Jepang, cukup memuaskan.

Pembalap muda Indonesia, Sean Gelael akan berkolaborasi dengan pemimpin klasemen GP2 2016, Antonio Giovinazzi (Italia), serta mantan pembalap Formula 1, Giedo van der Garde (Belanda). Jumat (14/10), mereka tampil bagus dalam sesi latihan pertama dan kedua. Meski baru pertama kali tampil di sirkuit ini, Sean mampu membuat catatan waktu terbaik untuk timnya pada sesi latihan kedua.

Sean, Antonio, dan Giedo akan turun pada kategori LMP2. Pada latihan pertama, Giedo, Sean dan Antonio mencetak waktu satu menit 34, 250 detik. Catatan yang menempatkan mereka di urutan keempat kategori mobil LMP2. Pada latihan bebas kedua, mereka menajamkan catatan waktu menjadi satu menit 32, 971 detik. Namun demikian, posisi mereka kali ini berada di urutan kelima.

Balapan FIA WEC, Minggu (16/10), diikuti 32 tim yang terbagi dalam empat kategori. Selain LMP2, juga ada kategori LMP1, GT Pro dan GT Amatir. Selain Giedo, balapan ini juga diikuti sejumlah mantan pembalap F1, seperti Mark Webber, Kamui Kobayashi, Kazuki Nakajima, Will Stevens, Roberto Merhi, Vitaly Petrov, serta Bruno Senna.

Meski terbagi empat kategori, WEC digelar bersamaan baik dari sesi latihan bebas, kualifikasi dan balapan. Giedo mengatakan, sesi latihan selain untuk menyesuaikan setelan mobil, juga untuk beradaptasi dengan Sirkuit Fuji Speedway yang cukup menantang. Banyak variasi tikungan yang cepat dan lambat, terutama untuk di sektor tiga.

‘’Hasilnya cukup bagus, catatan waktu kami tak tertinggal jauh dari para pembalap yang sudah lama membalap di WEC dan berpengalaman di sirkuit ini,’’ ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Sean. Menurut pria 19 tahun itu, pada sesi latihan bebas dia berusaha tampil rileks dan mempelajari karakter sirkuit serta penyesuaian mobil. Balap WEC ini merupakan yang pertama baginya. Ia sealigus menjadi pembalap Indonesia pertama yang turun pada ajang balap ini.

‘’Kami belum mengejar catatan waktu terbaik. Karena semuanya baru pertama kali, saya ingin belajar terlebih dahulu. Setelah mengenal karakter mobil dan sirkuit, pada sesi latihan bebas berikutnya baru kami akan mencoba mengejar catatan waktu terbaik. Mudah-mudahan kami juga bisa mendapat hasil yang bagus di babak kualifikasi,’’ ujar Sean.

(Wahyu Wijayanto/CN39/SM Network)

 

Comments

comments