SPRINT RACE: Muhammad Sean Gelael saat beraksi sebelum kecelakaan pada sprint race GP2 Eropa di Sirkuit Baku City,Azerbaijan, Minggu (19/6). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

Balapan di Baku Kacau, Sean Gagal Tambah Poin

SPRINT RACE: Muhammad Sean Gelael saat beraksi sebelum kecelakaan pada sprint race GP2 Eropa di Sirkuit Baku City,Azerbaijan, Minggu (19/6). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

SPRINT RACE: Muhammad Sean Gelael saat beraksi sebelum kecelakaan pada sprint race GP2 Eropa di Sirkuit Baku City,Azerbaijan, Minggu (19/6). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

BAKU CITY, suaramerdeka.com – Setelah tampil gemilang pada feature race, pembalap muda Indonesia, Muhammad Sean Gelael, mengakhiri GP2 Eropa di Sirkuit Baku City,Azerbaijan, dengan tidak beruntung.

Memulai balap dari baris start kedua, ia gagal menyelesaikan balapan sprint race, Minggu (19/6), yang berlangsung kaos. Pembalap Pertamina Campos Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia itu pun gagal menambah poin yang mulai dibuka pada seri ketiga di Baku ini. Pun demikian dengan rekan setimnya, Mitch Evans harus menerima kenyataan pahit tak bisa menyelesaikan balapan.

Keduanya terlibat dalam kekacauan di lintasan, akibat ulah sejumlah pembalap saat melakukan restart di belakang safety car. Pengawas balapan sampai mengeluarkan pernyataan akan menyelidiki insiden itu.

Insiden terjadi setelah pembalap Jepang, Nobuharu Matsushita yang berada di depan, tiba-tiba mengerem mendadak menjelang garis batas safety car. Aksi ini membuat kacau formasi pembalap di belakangnya. Ditambah lagi beberapa pembalap juga ada yang berupaya menyalip saat safety car masih di lintasan dan sebelum garis yang diizinkan.

Akibatnya, pembalap lain ikut memacu kecepatan sampai akhirnya menyebabkan insiden yang melibatkan sejumlah pembalap di barisan depan, termasuk Sean dan Evans. Mobil Evans ditabrak pembalap Rapax, Gustav Malja (Swedia). Setelah itu, Malja melaju ke sisi dalam, bersenggolan dengan Oliver Rowland (Inggris), dan akhirnya memepet Sean sebelum menabrak pembatas lintasan.

Hasil ini tentu sangat mengecewakan, terlebih Sean dan Evans punya peluang untuk kembali meraih poin pada balapan kali ini. Sebelum terlibat insiden, Evans berada di posisi keempat, sedangkan Sean tepat berada di belakangnya.

“Saya tak percaya dengan kejadian ini. Saya minta maaf kepada semua pendukung saya yang pastinya juga kecewa. Semoga balapan berikutnya lebih bagus,” kata Sean usai balapan sebagaimana keterangan tertulis kepada Suara Merdeka.

Pada feature race sehari sebelumnya, Sean tampil luar biasa. Memulai balapan dari posisi ke-20, ia terus merangsek ke depan untuk finis di urutan ketujuh, sehingga berhak mendapat enam poin. Itu menjadi poin pembukanya pada musim GP2 2016. Nasib serupa juga dialami pembalap Indonesia lainnya, Philo Paz Patrick Armand yang memperkuat tim Trident Racing. Untuk kali kelima dalam enam race di tiga seri, Philo gagal finis.

Pada race kedua ini, gelar juara kembali diraih pembalap Italia, Antonio Giovinazzi yang membela Prema Racing. Pembalap yang juga didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia itu diikuti rekan setimnya, Pierre Gasly (Prancis), dan pembalap ART Grand Prix asal Rusia, Sergey Sirotkin. Adapun pimpinan klasemen sementara, Artem Markelov (Rusia) mengakhiri sprint race di urutan kelima, setelah gagal finis saat feature race. Balapan selanjutnya adalah GP2 Austria, di sirkuit Red Bull Ring Austria, 2-3 Juli mendatang.

(Wahyu Wijayanto/CN39/SM Network)

Comments

comments