Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Balap Sepeda Turunkan Porsi Latihan

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Intensitas latihan awak Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng tetap dipertahankan sepanjang bulan Ramadan. Meski demikian, porsi atau beban latihan para pebalap dalam pusat pendidikan yang bermarkas di kawasan Punggawan Solo itu, diturunkan.

“Anak-anak tetap keluar latihan usai subuh dan sudah kembali masuk mes sekitar jam 06.30. Jadi kondisi kebugaran mereka tetap terjaga, meski menjalankan ibadah puasa,” kata pelatih PPLP Balap Sepeda Agus Sadiyanto, Rabu (8/6).

Latihan tersebut dilakukan dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Sebab, para pelajar tersebut masih harus masuk sekolah seusai latihan. Penurunan porsi latihan itu juga atas pertimbangan tidak adanya kejuaraan yang akan dihadapi pada waktu-waktu pendek ini. Sepanjang puasa, tak ada penyelenggaraan lomba.

“Lomba terdekat baru digelar pada Agustus mendatang, yakni Lomba Customs Cycling (LCC) Seri 21 yang rencananya diselenggarakan di Cilacap. Maka program yang paling penting selama Ramadan adalah penjagaan kebugaran sehingga fisik anak-anak tidak benar-benar drop,” jelas Agus.

LCC Seri Cilacap

Manajer PPLP Balap Sepeda Jateng Paulus Kristono, senada. Pria yang juga bos Roti Primadona Solo itu menyebut rencana terdekat anak-anak asuhnya yakni menghadapi LCC Series di Cilacap.

“Anak-anak punya poin pada lomba series itu. Jika lokasi lomba cukup terjangkau, eman-eman kalau mereka tidak berangkat. Tapi kalau dana PPLP belum turun, kami akan urunan dengan pengkot/pengkab daerah asal anak-anak itu untuk diberangkatkan,” tutur Paulus.

PPLP itu kini dihuni enam atlet pelajar. Mereka adalah Andriyan Hidayat dari Solo, Slamet Widodo (Sukoharjo) dan Muh Abdul Azis yang masuk klasirikasi yunior. Selain itu Nurul Fauzan (Tegal), Irfan Lutfi (Boyolali) dan Harun (Karanganyar) yang tercakup dalam kelompok pemula.

Selain awak PPLP, beberapa pebalap muda Solo juga punya potensi untuk terus berkembang melalui beberapa ajang, termasuk LCC Series. Dua di antara atlet Kota Bengawan yang menunjukkan progress positif adalah Saputro Reno Wijayanto dan Shindu Andriyanto.

“Reno bisa menembus lima besar LCC Seri 20 di Boyolali, 27-29 Mei lalu. Sudah pasti mereka akan turun lagi di Cilacap nanti,” tambah Paulus yang juga Penasihat ISSI Solo itu.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments