Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Balap Sepeda Terbelah ke Bandung dan Tegal

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Para pembalap muda Solo terbelah pada dua kejuaraan balap sepeda menjelang tutup tahun 2016. Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng asal Kota Bengawan, Andriyan ‘’Dayat’’ Hidayat, disiapkan untuk bersaing pada ajang adu kebut menaklukkan tanjakan Gunung Tangkuban Perahu atau dulu dikenal sebagai Alpen Trophi, 10-11 Desember mendatang.

Adapun rekannya, Nurul Fauzan bakal bersaing pada Kejuaraan Balap Sepeda Usia Dini Seri Ketiga Jateng di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Tegal, 11 Desember. Dia akan turun di kelas pemula. Dua atlet Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo, Saputro Reno Wijayanto dan Shindu Ardiyanto juga bakal turut bersaing di kelas pemula kejuaraan tersebut.

“Ini merupakan tahun terahir bagi Dayat untuk bersaing di kelas yunior. Tahun depan dia sudah masuk ke senior. Maka lomba di Bandung nanti harus betul-betul bisa dia maksimalkan untuk merebut gelar juara,” kata pelatih PPLP Balap Sepeda Jateng, Agus Sadiyanto, Jumat (2/12).

Pada Alpen Trophy tahun lalu, Dayat mencapai gelar runner up setelap finish di urutan kedua kelompok yunior, di belakang Jamal Hibatullah. Karena itu, pada balapan tanjakan nanti dia ditargetkan menjadi yang terdepan.

“Target Dayat terutama untuk individual road race di jalur tanjakan pada 10 Desember. Tapi dia juga tetap ikut bersaing di arena kriterium, hari berikutnya,” tutur Agus yang juga pelatih Pengkot ISSI Solo.

Adapun para atlet yang diturunkan pada Kejuaraan Usia Dini Seri 3 di Tegal, ditargetkan mampu menembus tiga besar. Reno dan Nurul Fauzan biasa turun di nomor road bike. Sementara Shindu Ardiyanto di nomor road bike dan BMX.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments