Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Balap Sepeda Dibebani Satu Emas, Berpeluang di Tiga Nomor

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

DALAM tiga tahun terakhir, dinamika yang terjadi di tubuh Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawa Tengah cukup bagus, baik itu dalam posisi pengurus maupun menyangkut para pembalap, khususnya dalam persiapan menghadapi PON XIX di Jawa Barat, 17 – 29 September mendatang.

Dede Indra Permana, Ketua Umum ISSI Jateng menyebutkan, dinamika itu pertanda baik bagi kehidupan organisasi dalam upaya menyiapkan tim terkuat untuk pesta olahraga nasional itu.

Buktinya, dalam pesta olahraga tingkat nasional nanti, Jateng mampu meloloskan 16 pembalap yang akan beradu prestasi demi gengsi daerah, Jawa Tengah! Kini semua berjalan sesuai track yang telah disepakati. Para pembalap digembleng habis-habisan di tiga tempat pemusatan latihan, yakni untuk nomor road race dan track di Solo, down hill di Salatiga dan BMX di Temanggung.

Upaya lain yang dilakukan Pengprov ISSI dalam mencapai target di PON tersebut di antaranya melakukan perubahan komposisi tim yang tampil di PON dengan mengajukan permohonan perubahan entry by number dan by name ke PB PON melalui ISSI Pusat.

Kendati peluang itu kecil, usaha ini tentu terbaik dan merupakan sinyalemen positif yang perlu didukung semua pihak. Untuk mengupas persiapan ke PON ini, jaringan media terbesar di Jawa Tengah, Suara Merdeka Network yang terdiri atas Harian Suara Merdeka, Harian Wawasan,TVKU, Suara Merdeka.Com, tabloid wanita Jawa Tengah Cempaka menggelar acara live di TVKU, Kamis (16/6)  pukul 15.30 – 16.30 WIB dengan menghadirkan narasumber dari Pengprov ISSI Jateng.

Data yang didapat SMNetwork dari KONI menyebutkan, dari entry by number tim Jateng akan berkekuatan 10 atlet putra dan enam putri serta enam ofisial (lima ofisial putra dan satu ofisial tim putri).

Mereka yang masuk tim sebelum terjadi permohonan perubahan ke PB PON adalah Suswanti, Tiara Andini, Nining Purnama Sari, Sri Suyanti, Sri Rejeki, Caputri, Endra Wijaya, Warseno, Bayu Satrio S, Edy Purnomo, Khoirul Munkib, Jefry, Dimas Febri Dwi S, Robert Agung, Tony Syarifudin dan Dayat.

Anak-anak Jateng itu akan turun di sejumlah nomor sesuai dengan tiket yang direbutnya di babak kualifikasi PON. Di bagian putra adalah road race 150 km (individual maupun team), individual time trial 50 km, 4.000 meter pursuit (individual dan team), point race 30 km, keirin putra, sprint 1.00 meter (team), cross country, down hill, BMX.

Sementara bagian putri, road race 100 km (individual dan team), individual time trial 25 km, 5.000 meter individual pursuit, 3.000 meter team pursuit, point race 15 km, team sprint 500 meter, cross country, down hill, team relay, dan BMX.

Hitung Peluang

Lalu bagaimana menghitung peluang Jateng untuk merebut medali emas PON? Sebenarnya tidak muluk-muluk, karena KONI Jateng hanya memberi target sekeping medali emas. Peluang itu bisa jadi muncul dari nomor beregu putra karena Jateng memiliki kemampuan atlet cukup merata. Ada pula harapan  di nomor team pursuit 4.000 meter putra dan  putri.

Hanya saja dari sejumlah peluang itu, berdasarkan data yang ada  selama ini, mungikn emas di nomor BMX putra yang paling bisa diharapkan. Di nomor ini Jateng memiliki Tony Syarifudin yang saat masih digembleng di pemusatan latihan nasional di Banyuwangi untuk mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Brazil.

Dia adalah satu-satunya atlet balap sepeda Indonesia yang lolos pesta olahraga dunia itu.  Kemudian di nomor down hill, Jateng masih memiliki trio Khoirul Munkib, Tiara Andini dan Nining Purnama Sari Munkid, Tiara dan Nining yang kini bergabung dengan pembalap daerah lain di Pelatnas Asian Games yang dipusatkan di Malang.

Untuk bagian putri, bukan tidak ada kans, Suswanti  tetap berpeluang, walau dia akan mendapat tantangan berat dari pembalap Jawa Timur, Elga Karisma yang sudah dua kali merebut emas PON.

Pembalap Jateng memang harus tetap optimistis menghadapi lomba. Perjuangan memang tidak ringan, khususnya di nomor-nomor individual. Para pembalap Jateng ini akan bertemu dengan pembalap-pembalap top nasional, seperti Robin Manulang dari Kalimantan Timur, Jamaludin, Bambang, Hany Fitrianto  (Jatim), Aiman Cahyadi (DKI), Dadi Suryadi (Jabar), Andreas Oddy (DIY).

Sesusai dengan program  yang dicanangkan Pengprov ISSI, para pembalap akan kembali intensif di pelatda selepas Lebaran mendatang. Hanya saja, ada sinyalemen yang dilontarkan Dede Indra Permana, kemungkinan besar Jateng akan hanya mengirimkan 14 pembalap. Dia belum mau menyebutkan nomor apa yang akan ‘’dibuang’’.

Menurut catatan SMNetwork, jika melihat data prestasi yang ada di berbagai arena perlombaan selama ini, kemungkinan besar yang dilepas adalah cross country, lantaran prestasi atletnya terlalu jauh dengan pembalap luar daerah.

(I Nengah Segara Seni / CN26)

Comments

comments