Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Balap Motor Genggam Tiga Tiket PON

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Tim balap motor Jateng menggenggam tiga tiket menuju PON XIX/2016. Tiga tiket itu dari kelas 150 cc perorangan, 125 cc perorangan dan 125 cc beregu, yang diraih para pembalap Jateng dalam ajang kualifikasi di Sirkuit Karting Sentul, Bogor, Rabu-Kamis (4-5/11).

”Satu-satunya tiket yang lepas adalah 150 cc beregu, karena Ardi Satya Sadarma mengalami problem motor dalam adu kebut Rabu (4/11). Rem motornya tiba-tiba mengunci saat balapan baru memasuki lap kedua, sehingga dia dilewati banyak rival,” kata manajer tim balap motor Jateng, Lilik Kusnandar, Jumat (6/11).

Lepasnya satu tiket itu juga membuat Ardi kecewa. Pembalap asal Purworejo itu harus masuk paddock dan mengganti tunggangannya dengan satu motor lain yang tersedia, guna memburu para pembalap lain yang telah mendahuluinya.

Akhirnya, dia yang disiapkan turun bersama Ervin hanya bisa finish di urutan 18, padahal batas kuota untuk mendapat tiket di kelompok beregu hingga peringkat 14 teratas.

”Hasil 150 cc beregu itu jelas mengecewakan. Tetapi alhamdulillah saya bisa menyumbang tiket untuk kelas 150 cc perorangan. Saya finish di urutan tujuh,’’ tutur Ardi.

Sementara itu, dua tiket lain yakni 125 cc perorangan dan beregu disumbangkan Agus ”Iwan” Setiawan. Pembalap asal Solo tersebut finish di urutan enam nomor perorangan dan menempati peringkat 12 nomor beregu.

Seluruh motor yang digunakan para pembalap dalam adu kebut dalam Pra-PON itu disediakan panitia. Dua motor kelas 150 cc dan dua motor 125 cc dibagikan kepada setiap kontingen/provinsi secara diundi.

Lilik menyatakan tidak masalah kalau para pembalapnya tidak menembus tiga besar di Sirkuit Karting Sentul tersebut. Sebab, ajang kualifikasi PON itu lebih ditujukan untuk perebutan tiket dalam batasan kuota yang telah disepakati sebelumnya.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments