Foto: istimewa

Audisi Djarum Bulu Tangkis Digelar di Sembilan Kota

Foto: istimewa

Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Program pencarian bibit bulu tangkis kembali digelar Djarum Foundation. Pada tahun ini, format audisi pencarian atlet diubah. Jika pada 2014 dipusatkan di GOR Djarum, Jati, Kudus, untuk tahun ini digelar di sembilan kota.

Menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, pihaknya sengaja menjangkau sembilan kota agar memudahkan pendaftar mengikuti program bertajuk “Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2015″ tersebut.

“Ini akan semakin memudahkan mereka yang ingin ikut audisi. Dengan format seperti ini, uang saku yang dikeluarkan tak terlalu banyak karena cukup di kota terdekat, bukan lagi di Kudus,” kata Yoppy di Jakarta, Selasa (17/3).

Sembilan kota yang dijadikan tempat audisi, di antaranya Palembang dan Medan (8-11 April), Jember dan Balikpapan (6-9 Mei), Manado dan Makassar (27-30 Mei), Tasikmalaya dan Purwokerto (10-13 Juni) serta Kudus (1-3 September).

Dia menambahkan, mekanisme audisi menggunakan sistem turnamen. Para peserta akan dibagi menjadi dua kelompok umur, yaitu U-13 dan U-15 sektor tunggal. Setiap semifinalis kategori putra dan finalis kategori putri akan mendapat super tiket dan masuk ke babak selanjutnya yang akan digelar di GOR Djarum, Kudus, 4-6 September.

Rencananya, dari sekian peserta dari berbagai kota tersebut akan diambil antara 20-26 anak untuk mendapatkan beasiswa. Adapun pendaftaran sudah dibuka mulai Selasa kemarin melalui website resmi PB Djarum. “Bagi atlet dari kota lain yang lolos ke Kudus, nanti ada uang saku. Jadi jangan khawatir soal transportasi karena pasti diganti,” katanya.

Selama audisi di sembilan kota, pihaknya akan menunjuk mantan pebulu tangkis PB Djarum untuk memantau dan mengawasi para peserta. Nama-nama itu, antara lain Liem Swie King, Christian Hadinata, Ivana Lie, Hastomo Arbi, Hariyanto Arbi, Eddy Hartono, Alan Budikusuma, Susi Susanti, Lius Pongoh dan Kartono. Mereka akan disebar di sembilan kota sesuai tempat pencarian bibit.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments