Foto: suaramerdeka.com / Moch Kundori

Aturan Baru Diterapkan PBSI Salatiga pada Kejurkot I 2017

Foto: suaramerdeka.com / Moch Kundori

Foto: suaramerdeka.com / Moch Kundori

SALATIGA, suaramerdeka.com – Pengurus Persatuan Bulu Tangkis (PBSI) Salatiga menerapkan aturan baru dalam Kejurkot I tahun 2017 ini yaitu satu pemain tak bisa turun di dua nomor atau lebih. Tujuannya agar memotivasi para pemain lain agar terbuka kesempatan untuk meraih juara.

Seksi pertandingan kejurkot, Bayu Angki Anggono mengatakan, regulasi ini sebenarnya telah diterapkan di daerah lain. Namun untuk Salatiga, baru diujicobakan dalam kejurkot kali ini.

“Dengan regulasi ini berarti tidak ada dominasi permainan tertentu dalam meraih juara. Sebab, sebelum-sebelumnya, satu pemain ada yang  turun di tiga nomor dan ternyata menjuarai nomor-nomor yang diikuti itu. dampakanya, pemain lain berkurang kesempatan untuk meraih juara,” tuturnya.

Menurut Bayu, regulasi ini sudah disetujui para pelatih klub peserta sebelum pertandingan. Selanjutnya, dari uji coba regulasi yang baru kali pertama ini, nantinya menjadi bahan evaluasi untuk kejurkot seri II pada akhir tahun.

Regulasi lain dari kejurkot kali ini yaitu, para pemain yang sudah pernah juara di kelompok madya, tidak diperkenankan lagi tampil di kelompok ini. Mereka harus naik jenjang di kelompok utama guna memberi kesempatan pemain lain yang belum pernah juara untuk bisa bersaing.

“Ada beberapa nomor yang terpaksa ditiadakan karena kurang peserta. Tetapi ini tidak memengaruhi jalannya kejuaraan keseluruhan. Justru kualitas pertandingan akan semakin meningkat karena tidak ada lagi dominasi pemain tertentu,” jelasnya.

Dalam kejurkot kali ini, lanjut Bayu, muncul klub baru dalam percaturan bulu tangkis Salatiga. Seperti PB Domas yang merupakan klub baru kali ini berpartisipasi. Adapun klub-klub lama, orientasinya bukan lagi kejurkot yang khusus untuk kota Salatiga, tetapi sudah mulia berani bersaing di tingkat Jawa Tengah.

(Moch Kundori / CN26)

Comments

comments