Foto: unnes.ac.id

Atletik Tak Muluk-muluk, Targetkan Tiga Emas

Foto: unnes.ac.id

Foto: unnes.ac.id

CABANG atletik termasuk tim besar dalam kontingen Jawa Tengah untuk menuju PON XIX di Jawa Barat, 17 – 29 September mendatang. Betapa tidak? Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng berhasil meloloskan 34 atlet di sejumlah nomor dalam babak kualifikasi.

Peluang untuk berbicara di arena pesta olahraga nasional itu cukup terbuka, namun pengurus tidak mau muluk-muluk, mereka cukup menargetkan tiga medali emas.

Ketua Harian Pengprov PASI Jateng, Dr Rumini MPd mengatakan, target itu diharapkan bisa terwujud dari nomor tolak peluru putra, lempar cakram putri dan lompat jauh putra. Tetapi bukan berari peluang di nomor lain tertutup.

“Kami masih berharap ada kejutan dari nomor unggulan lain, seperti estafet 4 x 100 meter putra, nomor lari jarak menengah 1.500 meter putri dan lari 200 meter putra,” kata dia.

Secara keseluruhan wakil Jateng bakal tampil pada lebih dari 30 mata lomba di PON. Misalnya pada nomor marathon, lari jarak menengah dan jauh, nomor sprint, lompat jauh, tinggi, lempar cakram, tolak peluru, saptalomba, jalan cepat, halang rintang, lari gawang dan lainnya.

Sejauh mana persiapan dan kondisi para atlet Jateng yang digembleng di Pelatda PON? Inilah yang akan dibahas tuntas melalui program Spirit Jateng menuju PON XIX  secara live di TVKU, Kamis, 23 Juni 2016 pukul 15.30 – 16.30.

Program yang digarap Suara Merdeka Network yang terdiri atas Harian Suara Merdeka, Harian Wawasan, Suara Merdeka.com, Tabloid  Wanita Jawa Tengah Cempaka, dengan menghadirkan narasumber Pengprov PASI Jateng.

Rumini mengakui, persaingan di cabang ini cukup ketat, sehingga pihaknya tidak mau memberi janji yang terlalu banyak kepada KONI Jateng. “Prinsipnya kami pasti berjuang mati-matian dan tentu melakukan yang terbaik demi nama Jawa Tengah,” katanya.

Karena itulah, sejak Januari lalu, semua atlet yang meraih tiket lolos ke PON sudah digembleng dalam pemusatan latihan daerah (pelatda) di dua tempat. Untuk nomor sprint, dan nomor lompat, lempar latihan intensif di Lapangan Unnes, sementara nomor lari marathon dan jarak menengah jauh serta jalan cepat menjalani pelatihan di Salatiga.

Mereka ini ditangani 10 pelatih yang bertanggung jawab untuk nomor lempar, sprint, lompat, marathon, nomor lari jarak menengah dan jauh.

Berbagai Upaya

Mantan atlet nasional yang beberapa kali meraih medali emas PON dan SEA Games ini mengatakan, berbagai upaya ditempuh untuk memacu peningkatan prestasi para atlet Jateng. Misalnya, dengan mengirim mereka ke berbagai kejuaraan di daerah dan juga ke luar negeri, dan try in tetap berjalan sesuai dengan program yang telah dicanangkan PASI Jateng.

Ada beberapa try out yang sudah dijalani para atlet, misalnya terjun di Jatim Open di Surabaya pada April 2016, kemudian mengirimkan atlet ke Singapura Open di bulan Mei lalu. Sementara dalam Bangka Belitung Open, awal Juni ini tim Jateng memperoleh tujuh medali emas, empat perak dan dua perunggu.

Yang cukup membanggakan Rumini,  adalah hasil di Singapra Open. Krisna Wahyu berhasil memenangi medali perak di nomor tolak peluru. Sementara medali perunggu disabet Yuharisdiyanto juga dari dari tolak peluru.

Kemudian Okky Setyo Utomo di nomor lompat jauh dan lompat jangkit merebut gelar juara ketiga alias mempersembahkan perunggu. “Ini event internasional, catatan prestasi anak-anak cukup bagus. Kini kami tinggal memoles lagi untuk mencapai prestasi puncak di PON,” ujarnya.

Lalu, apakah dia optimistis menghadapi PON? Optimis harus, namun tetap waspada karena persaingan di cabang atletik sangat ketat. Sebuah catatan untuk Pengprov PASI, jika ingin sukses di arena olahraga tingkat nasional itu, mereka harus melalukan langkah-langkah yang luar biasa.

Rumini setuju dengan ini. Hanya saja, di lapangan masih ada kendala yang dihadapi dalam proses pematangan prestasi atlet. Misalnya, hambatan selama Pelatda terkait dengan izin kuliah dan bekerja atlet, sehingga latihan selama ini kurang maksimal.

Dalam hal ini, pihak yang berkompeten diminta pengertiannya, karena semua ini untuk pepentingan Jawa Tengah. Kemudian yang sangat dirasakan adalah terlambatnya percairan dana dari KONI Jateng, sehinga berdampak pada kondisi atlet. “Bukan hanya itu, peralatan latihan dan perlengkapan atlet juga belum semua tersedia, ini sangat mengganggu kami,” katanya.

(I Nengah Segara Seni / CN26 / SM Network)

Comments

comments