Foto: suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan

Atletik Optimis Hadapi Pra-PON

Foto: suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng optimis menghadapi babak kualifiasi PON XIX Jabar yang akan digelar antara Maret April mendatang di Surabaya.

Hal ini melihat perkembangan dan hasil pada grand final Kejuaraan Provinsi Atletik di Stadion Sriwedari Solo, beberapa waktu lalu. Induk organisasi itu akan segera menggelar pemusatan latihan.

“Kami sangat optimistis di babak kualifikasi nanti. Hasil yang dicapai oleh atlet Jateng tidaklah jauh dari catatan waktu nasional, ini yang cukup melegakan,” tutur Ketua Umum PASI Jateng Supii, Minggu (4/1). Beberapa nomor yang ditinggalkan oleh atlet senior, sudah bisa diisi dengan atlet lain. Karena itu, pihaknya yakin di pra-PON nanti.

Nama-nama yang mengisi pemusatan latihan nanti, adalah atlet hasil seleksi dari kejurprov lalu. Supii menandaskan, ada kriteria yamng sangat ketat untuk masuk dalam daftar tim Jateng. Mulai dari catatan waktu, mental, dan kesiapan berlomba. Meski dikatakan senior, belum tentu masuk jika kalah bersaing dengan atlet yunior.

Persiapan Matang

Untuk bisa berbicara banyak di kualifikasi nanti, lanjut dia, diperlukan persiapan yang matang salah satunya dengan segera menggelar pemusatan latihan. PASI Jateng, kini tengah melakukan konsolidasi dan koordinasi pengurus untuk membahas pemusatan tersebut. Paling tidak Januarui ini sudah berjalan.

Ketua Harian PASI Jateng Rumini menambahkan, persaingan di pra-PON akan sangat ketat. Mantan atlet peraih emas SEA Games 1995 itu yakin, Jateng mampu bersaing dengan daerah lain. Dia melihat, potensi yang dimiliki provinsi ini sangat besar dan bisa bangkit kembali.

“Harus diakui beberapa tahun belakangan ini prestasi Jateng seperti terjun bebas. Karena itu, kami ingin membangun kembali prestasi atletik Jateng,” tandas dosen FIK Unnes itu. Karena itu, persiapan tak hanya menyentuh sisi atlet saja tetapi juga pelatih.

(Krisnaji Satriawan/CN39)

Comments

comments