Foto: unnes.ac.id

Atletik Kehilangan Empat Medali Emas

Foto: unnes.ac.id

Foto: unnes.ac.id

SEMANGAT tim aletik Jateng yang dipersiapkan untuk menghadapi PON XIX di Jawa Barat, 17 – 29 September mendatang patut dicontoh oleh atlet lain. Dalam hal mengejar target medali, mereka tidak mau kendor atau patah semangat, kendati dari perhitungan di atas kertas cabang ini kehilangan empat medali emas dengan hijrahnya Agus Prayoga dan Triyaningsih.

Ya, ini adalah tantangan sekaligus dijadikan sebagai pemacu semangat oleh tim Jateng. Agus yang hijrah ke Jabar merupakan atlet nasional yang dulu menyumbangkan dua medali emas dari nomor lari jarak menengah, 5.000 dan 10.000 meter.

Sementara Triyaningsih kali ini memperkuat tim DKI Jaya, di mana publik juga tahu dia adalah pelari nasional yang telah mendominasi event nasional dan Asia Tenggara (SEA Games) di nomor 5.000 meter dan 10.000 meter.

Mungkinkah atlet lain bisa ‘’mengganti’’ kehilangan medali tersebut walau tidak dari nomor yang sama, dan bagaimana upaya Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng memburu target medali?

Hal inilah yang akan dibahas dalam live di TVKU, Kamis 30 Juni 2016 pukul 15.30 – 16.30 bersama Manajer Pelatda Drs Kardiyono MPd, pelatih nomor sprint Eko Pambudi dan Litbang Pengprov PASI, Agus Widodo Mpd. Kardiyono, mantan pelari nasional yang kini menjadi manajer pelatda PON cabang atletik tak menampik kehilangan empat emas itu.

“Ya, itu adalah perhitungan di atas kertas, dan jika semua berlangsung normal atlet lain masih sulit mengalahkan keduanya. Tetapi ini adalah perlombaan yang hanya ditentukan dalam ruang dan waktu yang sempit. Segala sesuatu masih bisa saja terjadi,” katanya optimistis.

Karena itulah, dia bersepakat dengan dengan 10 pelatih pelatda dan 34 atlet untuk memberi kejutan di PON mendatang. Menurut data yang dihimpun SMNetwork di KONI Jateng, cabang atletik memang hanya ditarget tiga emas, namun menurut catatan tim monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelatda itu, kemungkin raihan medali bisa naik menjadi empat emas.

Atlet Jateng yang lolos ke PON adalah, Ahmad Azlan, Ari Swandana, Arif Nurdiyansyah, Hadi Nur Ikhsan, Khamid Soiman, Krisna Wahyu, Lentera Adi Wijaya, M Rusmanto, Mada Dwi, Novianto, Okky Setyo Utomo, Ranto, Subur Santoso, Tommy Priya D, Umar Hamdan, Yuharisdiyanto, Abdul Wakhid.

Lalu Lukmanul Hakim, Nur Solikin, Tutus Ershanda, Wira Waskita, Adiska Ranidtya, Ambar Winarsih, Bektiningsih, Dwi Ratnawati, Risa Wijayanti, Septiana Dita Sari, Wiji Listiyani, Dyah Ayu, Erni Ulatningsih, Melinda Mega Anggita, Dina Yuni Salamah, Titi Jayanti, Wahyu Nuraini.

Di bagian putra atlet Jateng akan tampil di nomor 100 meter, estafet 4 x 100 meter, marathon, lompat tinggi, 400 meter, 800 meter, 3.000 meter steaplechese, tolak peluru, lompat tinggi, lempar lembing,  400 meter gawang, lompat jauh, lompat jangkit, 10.000 meter, 200 meter,  20 km jalan cepat.

Kemudian, 10.000 meter jalan cepat, 110 meter gawang, sapta lomba. Sementara di bagian putri turun di nomor, 800 meter,  3000 meter steplecheese, lempat cakaram, tolak peluru, 20 km jalan cepat, 10.000 meter, 1.500 meter, 5.000 meter, sapta lomba, tolak peluru, marathon, 20 km jalan cepat, lompat tinggi, lompat jangkit.

Sementara pelatih yang menangani masing-masing Kresno Eko Pambudi untuk nomor sprint dan nomor estafet, Hary Sutiyono (jarak menengah dan jauh) Sobihin (lempar cakram, lembing, tolak peluru), Rony Suryo Narbito (lompat jauh, lari gawang), Triyono (jarak menengah dan marathon), Sumarno (jalan cepat).

Mereka ini dibantu asisten pelatih Levanda Arya (saptalomba, sprint),  Cendekia (marathon putri, jarak menengah), Kusaenanto (lompat tinggi), Agus (jarak menengah).

Sejak Januari lalu, semua atlet yang meraih tiket lolos ke PON sudah digembleng dalam pemusatan latihan daerah (pelatda) di dua tempat. Untuk nomor sprint dan nomor lompat, lempar latihan intensif di Lapangan Unnes, sementara nomor lari marathon dan jarak menengah, jauh serta jalan cepat menjalani pelatihan di Salatiga.

Ketua Umum Pengprov PASI, Supii ST dan Ketua Harian Dr Rumini MPd mengakui pula kondisi ini. Namun, keduanya sepakat bahwa tugas utama tim sekarang adalah bagaimana mengangkat moral atlet agar bisa fokus menghdapi PON. ‘’Semua daerah pasti menghadapi hambatan dan tantangan dalam persiapan. Tugas pengurus adalah meminilisasi hambatan tersebut,’’ katanya.

(I Nengah Segara Seni/ CN26)

Comments

comments