Foto: suaramerdeka.com / dok

Atlet Sepak Takraw Diseleksi Dua Tahap

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Semarang menggelar seleksi untuk para atlet sepak takraw yang akan bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tegal 2018 dalam dua tahapan.

Pertama melalui hasil Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sepak Takraw Jepara 2016 yang lalu dan yang kedua melalui hasil seleksi mandiri yang digelar di markas klub Salsa Takraw, Manyaran pertengahan Januari 2017 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua PSTI Semarang Nurhadi yang ditemui belum lama ini. Ada dua pelatih tetap yang bertugas menyeleksi tim putra dan putri sepak takraw Semarang, yaitu Zaenudin Qanip untuk tim putri dan Yance Laturama untuk tim putra. Kedua pelatih ini dipilih melalui hasil musyawarah PSTI Semarang setelah melihat pengalaman mereka berdua, baik sebagai atlet maupun pelatih.

Sementara itu untuk manager seluruh tim sepak takraw Semarang dipercayakan kepada Heri Suryadi. Pemilik klub Salsa Takraw ini dipilih karena pengalamannya sebagai praktisi dan pemandu bakat atlet sepak takraw di Jawa Tengah. “Seleksi dua tahapan dilakukan agar benar-benar diperoleh 12 atlet putra dan putri sepak takraw yang kompeten dan berkualitas untuk menghadapi lawan-lawan di Porprov mendatang,” ujar Nurhadi.

Apabila sesuai dengan kesepakatan PSTI Jateng mengenai tim-tim dari daerah mana saja yang bisa lolos untuk berpatisipasi dalam Porprov mendatang, maka tim putra dan putri sepak takraw Semarang sangat berpeluang lolos. Pasalnya, ada wacana tim-tim yang dinyatakan lolos bukan dari hasil seleksi Pra-Porprov, tetapi dari hasil rangking Kejurda 2017.

Hasil Kejurda Jepara kemarin bisa menjadi gambaran persaingan sepak takraw antardaerah ke depan. Tim putri Semarang harus menyerah di babak-babak awal. Sementara untuk tim putranya hanya berhasil menembus babak 16 besar.

Berkaca dari hasil itu, tim sepak takraw Semarang masih memiliki waktu untuk berbenah dengan menambah materi atlet, baik yang berasal dari klub-klub sepak takraw Semarang, maupun tim-tim sekolah negeri seperti SMP 16 untuk atlet putranya dan SMP 4 untuk atlet putrinya.

(Joseph Army Sandhoko / CN26)

Comments

comments