Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Atlet PPLP Jateng Bersiap Hadapi Pebalap Senior

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Atlet-atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng bersiap menghadapi persaingan dengan para seniornya di kelas terbuka pada lomba tanjakan Palur-Candi Sukuh di kawasan Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (31/1).

Pebalap-pebalap pusat pendidikan yang bermarkas di kawasan Punggawan, Solo itu telah menjajal rute terjal sepanjang lebih-kurang 45 kilometer di lereng Gunung Lawu tersebut, pekan lalu.

Mereka juga mengasah kecepatan tanpa hambatan di velodrome Manahan, Senin (25/1). Di samping merupakan bagian program rutin, latihan sekaligus menjadi persiapan menghadapi rival-rivalnya dalam kejuaraan yang diprakarsai Merdeka Cycling Club (MCC) Solo itu.

”Saya akan berusaha tampil sebaik-baiknya agar bisa berada di urutan paling depan. Bersaing dengan para pebalap senior bakal menjadi pemacu semangat kami,” kata atlet PPLP dari Solo, Andriyan ”Dayat” Hidayat, Selasa (26/1).

Tak hanya Dayat. Tekad tersebut juga dikumandangkan penghuni lain PPLP, yakni Slamet Widodo (Sukoharjo), Muh Abdul Azis, Harun (Karanganyar), Nurul Fauzan (Tegal) dan Irfan Lutfi (Boyolali). ”Bersaing dengan para senior di kelas terbuka, sudah pasti berat. Tapi saya akan turun maksimal,” ujar Slamet.

Persaingan dengan pebalap-pebalap senior tak bisa dihindarkan. Beberapa atlet seperti Maruli Fajar Mulia, Parno, Iwan Setiawan, Rohman, Abdul Gani, Slamet Juangga dan M Imam Arifin yang bernaung di bawah KFC Cycling Team, bakal turut beradu kebut.

Pebalap pelatnas asal Solo, Endra Wijaya juga berencana memanaskan persaingan ke Candi Sukuh itu. ”Kebetulan tim kami sedang latihan di Yogyakarta, jadi sekalian memakai ajang tanjakan Lawu itu untuk pemanasan,” tutur Maruli yang juga atlet Kota Bengawan.

Panitia adu kebut ke Candi Sukuh memang merangkum kelompok pemula, junior dan senior dalam kelas terbuka. Menurut ketua panitia Joko Riyanto, dua kelas lainnya yang dilombakan adalah veteran (di atas 35 tahun) dan eksekutif (usia bebas).

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments