Atlet Pelatda Belum Terbendung-Kejurnas Wushu Piala Rektor Unnes

LEPASKAN TENDANGAN: Atlet wushu Jateng Yusuf Widiyanto (Unnes/kanan) melepaskan tendangan ke Petrus Wariawan (Sasana Jet Kun Do Cek Jien Tao Yogyakarta) saat bertanding di Kejuaraan Nasional Wushu Sanda Piala Rektor di Auditorium Unnes Sekaran, Selasa (26/4).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

LEPASKAN TENDANGAN: Atlet wushu Jateng Yusuf Widiyanto (Unnes/kanan) melepaskan tendangan ke Petrus Wariawan (Sasana Jet Kun Do Cek Jien Tao Yogyakarta) saat bertanding di Kejuaraan Nasional Wushu Sanda Piala Rektor di Auditorium Unnes Sekaran, Selasa (26/4).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Atlet pelatda wushu sanda PON XIX Jateng belum terbendung pada hari kedua Kejuaraan Nasional Wushu Sanda Piala Rektor di Auditorium Unnes Sekaran, Selasa (26/4).

Di kelas 56 kg senior putra, Yusuf Widiyanto yang turun di bendera Unnes tanpa kesulitan menundukkan Petrus Wariawan (Sasana Jet Kun Do Cek Jien Tao Yogyakarta) dengan cabut diri (menyerah) pada ronde pertama.

Selanjutnya, Yusuf Widiyanto akan bertemu dengan Winardi (WI Garut). Kemudian dikelas 70 kg putra,  Puja Riyaya (Unnes) memetik kemenangan dari Fhasya Muhammad (WI Garut) juga dengan cabut diri di ronde pertama.  Puja akan menantang Ahmad Khafidin (Jet Kundo Wonosobo).

Hasil positif juga diraih dua atlet PPLP Jateng yang tergabung dalam tim Unnes yakni Laksamana Pandu dan Bayu Raka. Laksmana menang dari Ahmad Fadholi dengan KO di rondekedua di kelas 52 kg senior putra. Sedangkan Bayu menang mutlas 2-0 dari Versi Afsika di kelas 60 kg senior putra.

Di semi final nanti, terjadi partai menarik yakni bertemunya dua atlet pelatda Jateng di kelas 65 kg senior putra antara Yusuf Widiyanto melawan M Bagus Hanafi. Yusuf memenangi derby tersebut dengan 2-1.

Ketua Harian Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jateng Sudarsono mengaku puas dengan penampilan atlet pelatda Jateng dalam Piala Rektor Unnes ini. “Seperti Hanafi yang naik ke kelas 65 kg harus bertemu dengan Yusuf Widiyanto. Dia (Hanafi) semestinya bertanding di kelas 60 kg memberi perlawanan sengit. Hanafi kelebihan berat badan usai sembuh dari cedera. Pertandingan sangat menarik,” tutur Sudarsono.

Secara umum, kata Wakil Ketua II KONI Jateng itu, penampilan atlet Jateng mengalami kemajuan yang berarti. Hanya saja, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan adalah soal penyelesaian. “Penyelesaian akhir harus diasah kembali agar lebih efektif saat bertanding. Kami akan melakukan evaluasi di akhir kejuaraan nanti,” tandas dia.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments