Foto: Istimewa

Atlet Kena Doping, PB/PP Dipanggil KONI

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – KONI Pusat segera memanggil induk cabang olahraga (PB/PP) yang atletnya terkena doping pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jabar. Mereka perlu dimintai keterangan agar kejadian serup tak terulang kembali pada kejuaraan selanjutnya.

“Kami akan memanggil induk organisasi cabang olahraga binaraga yang atletnya terbanyak dinyatakan positif doping. PB/PP yang atletnya positif doping juga akan dipanggil. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh soal ini sehingga dalam pelaksanaan multi event lainnya tidak terulang lagi,” ujar Wakil Ketua KONI Pusat, Inugroho di Jakarta, Selasa (10/1).

Pihaknya menyesalkan kasus doping bisa terjadi. Sebagai pembina induk cabang olahraga di Tanah Air, KONI ikut bertanggungjawab atas masalah ini.

“Ke depan, untuk menjaga hal ini tidak terulang maka KONI Pusat meminta panitia pelaksana multievent di dalam negeri agar aktif melakukan sosialisasi masalah doping bersama LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia). Selain itu KONI Pusat akan mengaktifkan bidang sport sciene kesehatan memberikan pembekalan tentang doping ini,” jelasnya.

Mengenai hukuman yang akan dijatuhkan selain pencabutan medali yang dilakukan PB PON, lanjutnya, KONI Pusat masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dewan Displin yang dibentuk oleh Kemenpora bersama LADI.

Dewan Disiplin yang anggotanya terdiri dari pakar hukum olahraga, pakar kesehatan, pengurus olahraga dan mantan atlet yang lima tahun aktif menekuni olahraga ini akan melakukan hearing dengan para atlet yang positif doping. Dewan Disiplin akan mengklarifikasi kenapa hal itu terjadi dan menangani bila ada atlet yang keberatan.

“Dewan Disiplin itulah yang akan menentukan sejauh mana kualifikasi pelanggaran yang dilakukan. Bisa saja atlet itu tidak tahu atau memang tahu, atau juga atlet itu menjadi korban dari pihak lain. Dari sinilah akan ditentukan sanksi berikutnya,” ungkap Inugroho.

Jika mengacu pada aturan, atlet yang positif memakai doping bisa dilarang tampil dalam segala kejuaraan selama empat tahun. “Bagaimana sanksi yang akan diberikan nanti KONI Pusat masih menunggu hasil dari Dewan Disiplin dan juga upaya banding dari atlet. Namun yang jelas, sanksi berat akan diterapkan untuk efek jera,” tandasnya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments