suaramerdeka.com/Arif M Iqabal

Atlet Jogja Dominasi Pelatnas Renang Indah

suaramerdeka.com/Arif M Iqabal

suaramerdeka.com/Arif M Iqabal

JAKARTA, suaramerdeka.com – Atlet asal Yogyakarta mendominasi pemusatan latihan nasional (pelatnas) renang indah proyeksi SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Dari 16 atlet yang dinyatakan lolos seleksi, lima di antaranya berasal dari Kota Gudeg. Mereka adalah Mega, Nisa, Amel, Atik dan Sekar. Di bawah Yogyakarta ada DKI Jakarta yang meloloskan empat perenang.

Rencananya, pelatih asal Rusia Anna Nasekina akan menciutkan lagi dari 16 atlet menjadi 10 orang, dalam beberapa hari ke depan. Ke-10 atlet ini nanti yang berhak masuk pelatnas.

“Sangat sulit menentukan yang terbaik karena semua bagus-bagus. Tapi ini diharapkan bisa mewakili Indonesia. Masih ada beberapa kekurangan yang akan saya perbaiki dalam rentan waktu enam bulan,” ujar Anna usai mengumumkan nama-nama atlet yang lolos seleksi nasional (seleknas) renang indah di Kolam Renang GOR Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (24/1).

Sebagai informasi, Anna direkrut sebagai pelatih renang indah oleh Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) karena memiliki kemampuan di olahraga ini. Dia pernah lima kali juara dunia dan juara Eropa renang indah bersama timnas Rusia. Diharapkan, timnas renang indah Indonesia di bawah besutan Anna bisa berjaya di SEA Games 2017.

Pada saat seleksi, Anna dibantu staf pelatih dari komisi teknik PB PRSI seperti Ragil Sugirestu, Shelvy Melowa, Dhanisa dan Sabihisma Arsyi. Ada pula anggota Binpres PRSI Fitrah Utami. Tes yang dijalani atlet meliputi kemampuan berenang, teknik dasar renang indah, fleksibilitas, stamina dan psikotes.

PRSI juga meminta perenang yang tidak terpilih agar tak khawatir. Sebab, dalam beberapa bulan ke depan akan ada promosi dan degradasi. Diagendakan pelatnas renang indah dimulai awal Februari.

“Untuk lokasi masih kami cari yang terbaik karena harus menyesuaikan segala aspek,” ujar Shelvy Melowa.

Rencananya renang indah juga akan melakukan uji coba di luar negeri seperti Jepang, 27 April dan Hongaria, 14 Juli.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments