JUARA KEDUA: Pembalap PPLP Jateng asal Solo, Andriyan Hidayat saat berlatih di velodrome Manahan. Dia meraih gelar juara kedua yunior pada Alpen Trophy di Bandung, Sabtu (5/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Andriyan “Runner Up” Alpen Trophy

JUARA KEDUA: Pembalap PPLP Jateng asal Solo, Andriyan Hidayat saat berlatih di velodrome Manahan. Dia meraih gelar juara kedua yunior pada Alpen Trophy di Bandung, Sabtu (5/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

JUARA KEDUA: Pembalap PPLP Jateng asal Solo, Andriyan Hidayat saat berlatih di velodrome Manahan. Dia meraih gelar juara kedua yunior pada Alpen Trophy di Bandung, Sabtu (5/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Pembalap Solo, Andriyan Hidayat memenuhi target tiga besar dalam kejuaraan balap sepeda tanjakan Aplen Trophy 2015 di Bandung, Sabtu (5/12).

Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng itu meraih gelar runner up juara kelompok yunior ajang individual road race berjarak total lebih kurang 49,2 km tersebut.

Atlet pelajar yang membawa bendera Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo tersebut finish urutan kedua, setelah Jamar Hisbatullah (KFC Bike Team Jakarta). Urutan ketiga ditempati Yuda Muhammad dari ISSI Kuningan (Jabar).

“Saya saling kejar dengan Jamal mulai jarak sekitar kilometer 29. Sejak start yang berselisih waktu sekitar satu menit, para pembalap yunior akhirnya saling kuntit dengan pembalap senior, sehingga membuat persaingan berlangsung ketat,” ujar pelajar SMA Batik 1 Surakarta yang akrab disapa Dayat tersebut, usai lomba.

Climber

Pelatih ISSI Solo Agus Sadiyanto mengungkapkan, ajang adu kebut itu berawal dari Jalan Asia-Afrika. Start semu berjarak sekitar 20 km, langsung bermedan tanjakan. Selanjutnya khusus kelompok yunior jarak tempuh lomba sekitar 29,2 km dan finish di daerah Cikole, sementara kelompok senior finish di gerbang wisata Tangkuban Perahu.

Penasihat ISSI Solo Paulus Kristono yang juga Manajer PPLP Balap Sepeda Jateng menyatakan bergembira atas hasil yang diraih anak didiknya tersebut. “Dayat memang punya spesialisasi sebagai pembalap climber. Hasil yang digenggamnya sesuai target tiga besar,” ujar pria bos roti Primadona Solo tersebut.

Kendati meraih juara kedua, Dayat tak cepat puas. Dia bakal kembali berjuang dalam adu kebut nomor kriterium yang dijadwalkan berlangsung Minggu (6/12). “Saya akan berusaha maksimal menghadapi para pembalap sprinter. Mudah-mudahan bisa kembali naik podium (lima besar-red),” ujar Dayat.

Sementara itu gelar juara di kelompok senior direbut pembalap Pegasus, Dadi Suryadi. Posisinya dibuntuti Kurniawan dan Abdul Soleh (keduanya SAKB Bandung). “Saya finish di urutan tujuh,” kata Warseno, pembalap asal Karanganyar yang bergabung dalam tim SAKB.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments