Foto: Reuters

Alonso Merasa Terlalu Lama di Ferrari

Foto: Reuters

Foto: Reuters

WOKING, suaramerdeka.com - Pebalap McLaren Fernando Alonso menilai, masa lima tahunnya kala membela Ferrari, sudah terlalu lama. Dia merasa mungkin seharusnya lebih cepat meninggalkan Ferrari.

“Mungkin ya. Mobilnya saat itu sama sekali tidak kompetitif dan situasi jadi lebih tak enak. Jadi mungkin satu atau dua tahun lebih singkat adalah yang terbaik, tapi kami sudah berusaha sebaik mungkin dan bertarung sampai akhir di setiap balapan. Setelah lima tahun di Ferrari, senantiasa ada di nomor dua, aku merasa itu sudah cukup buatku,” jawab Alonso kepada CNN.

Membela Ferrari sejak 2010, Alonso yang merupakan juara dunia dua kali itu mengawali musim debutnya dengan berada di posisi dua. Di dua kesempatan lain, posisi serupa juga ia tempati. Sayangnya, musim lalu Alonso harus rela tercecer di posisi enam klasemen akhir seiring dengan kegagalan Ferrari untuk tampil kompetitif. Itulah musim terakhirnya dengan Ferrari.

Lima musim membela Ferrari sampai akhirnya hijrah di akhir musim lalu, untuk membela McLaren. “Dengan Ferrari terkadang Anda sukses atau tidak tergantung dengan nuansa hati tim secara umum. Itu merupakan sebuah tim yang amat besar, dengan segala baik dan buruknya, dan seperti yang aku katakan, bagus untuk mengalami dan merasakan berada di Ferrari,” ucapnya.

Mengenai masa-masanya di Ferrari, Alonso mengindikasikan memang tak mudah walaupun ia juga tidak menyesali pengalaman tersebut. Ia sekarang cuma ingin fokus sepenuhnya ke McLaren yang musim ini kembali bersinergi dengan Honda.

“Aku tidak ingin menyerah dan selalu ingin meyakininya, dan menjaga harapan. Dengan dominasi Mercedes tahun lalu aku menyadari bahwa tidaklah mungkin menang dengan Ferrari dalam jangka pendek dan sebuah proyek baru adalah ide terbaik. Proyek McLaren berisiko karena sama sekali baru tapi kami kompak–kami menang dan kalah bersama-sama,” sebut Alonso seperti dikutip Motorsport.

Alonso baru dua kali finis di zona poin musim ini dengan McLaren masih harus bergulat dengan performa mobil, baik dalam hal laju maupun reliabilitasnya.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments