ASAH KEMAMPUAN: Pemanjat remaja Solo Aman Syahril mengasah kemampuan di papan panjat kompleks Stadion Manahan, kemarin. Dia akan bersaing dalam ajang berlingkup Jateng-DIY di Tengal, 4-5 April mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Alfian dan Aman Siap Bersaing di Kejuaraan Panjat Tebing Jateng-DIY

ASAH KEMAMPUAN: Pemanjat remaja Solo Aman Syahril mengasah kemampuan di papan panjat kompleks Stadion Manahan, kemarin. Dia akan bersaing dalam ajang berlingkup Jateng-DIY di Tengal, 4-5 April mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

ASAH KEMAMPUAN: Pemanjat remaja Solo Aman Syahril mengasah kemampuan di papan panjat kompleks Stadion Manahan, kemarin. Dia akan bersaing dalam ajang berlingkup Jateng-DIY di Tengal, 4-5 April mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Dua pemanjat remaja Solo siap bersaing dalam kejuaraan terbuka panjat tebing khusus nomor lead se-Jateng-DIY di Tegal, 4-5 April mendatang. Keduanya, Alfian Muhammad Fajri dan Aman Syahril, bakal beradu ketangguhan dalam ajang bertajuk Pakca Sakti Wall Climbing Competition tersebut.

“Mereka rencananya bersaing di kelompok pelajar. Jam terbangnya telah mencukupi untuk mengikuti persaingan di papan atas kelompok tersebut,” kata Ketua Umum Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo, Marjianto “Ipunk” Bialangi Kasim, Jumat (27/3).

Alfian dan Aman yang saat ini masih menempuh studi di SMK 9 Surakarta itu memang telah malang-melintang di sejumlah kejuaraan berskala regional. Bahkan Alfian telah beberapa kali menembus tiga besar pada sejumlah <I>event nasional<P>, termasuk kejurnas yunior. Terakhir, diia menyumbang sekeping medali perak dan satu perunggu dari ajang Kejurnas Panjat Tebing KU IX/2014 di Kepulauan Riau (Kepri), Desember silam.

Fifty-Fifty

Kendati telah berlatih rutin dan diandalkan tim Kota Bengawan pada adu ketangguhan merayap papan panjat di Tegal, namun peluang Alfian untuk terjun dalam kejuaraan tersebut masih fifty-fifty. Sebab, saat ini dia juga dituntut berkonsentrasi menyelesaikan sekolahnya.

“Sekarang mulai ada pemadatan pelajaran karena Alfian duduk di kelas tiga dan mendekati masa ujian. Karena itu, dia belum pasti bisa berangkat. Tapi Aman masih kelas satu, sehingga masih agak longgar waktu belajarnya,” tutur Ipunk.

Hanya dua atlet remaja tersebut yang disiapkan FPTI Solo untuk bertarung di kelompok pelajar. Sementara pada kelompok umum, panjat tebing Kota Bengawan tidak mengirimkan atletnya. Persyaratan atlet non PON menjadi kendalanya.

“Para atlet senior yang masih aktif berlatih seperti Marsudin, Sutrisno dan Indah Wati, semuanya pernah turun di PON. Mereka sekarang juga masuk pelatda jangka panjang (PJP) Jateng guna menghadapi PON Jabar. Jadi mereka tak boleh bersaing di Tegal,” ujar Ipunk.

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments