TINJAU VENUE: Kabid Olahraga Disporapar Jateng Effendi Hari MC (tengah) dan technical delegate Madi Sudrajat (kiri) meninjau GOR Satria yang dijadikan venue cabang tarung derajat Popnas Jateng 2017, Kamis (16/3).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Ajang Multievent Butuh Koordinasi Kuat

TINJAU VENUE: Kabid Olahraga Disporapar Jateng Effendi Hari MC (tengah) dan technical delegate Madi Sudrajat (kiri) meninjau GOR Satria yang dijadikan venue cabang tarung derajat Popnas Jateng 2017, Kamis (16/3).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

TINJAU VENUE: Kabid Olahraga Disporapar Jateng Effendi Hari MC (tengah) dan technical delegate Madi Sudrajat (kiri) meninjau GOR Satria yang dijadikan venue cabang tarung derajat Popnas Jateng 2017, Kamis (16/3).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Menangani ajang multievent olahraga nasional, butuh koordinasi dan komunukasi yang kuat antara panitia penyelenggara dengan panitia pusat. Dua hal itu, masih menjadi kendala penyelenggaraan mulitevent seperti PON dan Popnas.

Kelemahan itu, sangat berimbas pada kualitas terutama update berita terkait perolehan medali. “Dengan teknologi informasi dan teknologi yang maju, seharusnya koordinasi dan komunikasi semakin kuat dan cepat. Tapi, kenyataannya tetap terjadi keterlambatan koordinasi sehingga update hasil pertandingan acap kali terlambat pula,” kata Dosen FIK Unnes Imam Marsudi pada Bimtek Popnas Jateng 2017 di Hotel Pandanaran, Kamis (16/3).

Yang paling penting, kata dia, adalah bidang kesekretariatan. Karena bidang itu mengatur alur manajemen multievent. Seperti update hasil, transportasi dan akomodasi kontingen, dan alur surat keluar dan masuk. Yang tak kalah penting adalah koordinasi antara delegasi teknik dengan panitia provinsi. Terutama, kata Imam, pada perarturan baru dan technical handbook.

Ketua panitia Bimtek Akhyar Matra mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan harmonisasi anatar delegasi teknik dengan panitia provinsi. Bimtek ini, juga untuk mengetahui tentang standarisasi venue pertandingan/perlombaan.

”Standarisasi sendiri sendiri ada kategori. Misalnya, standar multievent untuk pelajar tentu berbeda dengan PON. Ada kekurangan yang bisa dikompromikan. Tapi kekurangan itu bersifat mutlak, ya harus dipenuhi,” kata Akhyar di sela acara.

Kondisi venue tiap provinsi, kata dia, tentu berbeda. Karena itu, delegasi teknik harus bisa membuat keputusan yang tepat.

Kabid Olahraga Disporapar Jateng Effendi Hari MC mengatakan, bimtek ini sangat penting agar mengetahui kekurangan venue yang akan digunakan Popnas Jateng 2017, 10 21 September mendatang.

”Delegasi teknik bersama panpel provinsi melakukan verifikasi venue. Nantinya akan dilakukan evaluasi bersama apa yang harus kami persiapkan lebih jauh,” katanya.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments