LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Ajang Balap Motor di Purwakarta, Diana CL Kembali Puncaki Podium

LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

LATIHAN: Pembalap Karanganyar Diana CL memacu motornya guna menjaga performa dalam latihan di Sirkuit Manahan Solo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Diana Crystal Lukmawati kembali memuncaki podium kelas 115 cc khusus wanita pada kejuaraan balap motor di Sirkuit Yon Armed 9 Sadang Purwakarta, Minggu (29/5).

Pembalap putri 21 tahun asal Karanganyar itu menjadi yang tercepat dalam adu kebut bertajuk 40th Kapota Open Roadrace Tribute to Drs Hrry Tommy tersebut. Juara kedua ditempati Dian Primitha dari Lamongan (Jatim) dan ketiga Destia Iskandar (Bandung).

Alhamdulillah saya bisa menempati podium puncak pada persaingan ketat. Hasil ini semakin menambah semangat saya untuk tampil lebih baik pada kejuaraan kejuaraan berikutnya,” kata cewek yang akrab disapa Diana CL.

Bersaing pada kelas yang diikuti 20 pembalap wanita, dia harus berkonsentrasi penuh dan menarik gas sekencang-kencangnya sejak start dalam balapan sepanjang delapan laps tersebut. Dara kelahiran Karanganyar, 17 April 1995 itu sudah memimpin saat memasuki laps ke empat.

“Hingga laps ke delapan, saya tetap berada di depan. Tetapi saya merasa ada yang salah dalam hitungan putaran, sehingga terus memacu gas pada laps ke sembilan dan akhirnya memenangi balapan ini,” ujarnya.

Kecelakaan

Diana CL sempat absen sekitar dua pekan sebelum bertarung di sirkuit Purwakarta. Penyebabnya, putri loper Suara Merdeka Ponco Aris Nanto itu kecelakaan pada kejuaraan di Bandung, 15 Mei lalu. Ketika turun di kelas 115 cc khusus wanita di Kota Kembang tersebut, dia menyenggol salah satu kendaraan pembalap lain hingga terpental dan tidak bisa melanjutkan balapan.

“Gagal di 115 cc, namun pada kelas 130 cc khusus wanita di Bandung itu saya finish di urutan kedua. Tapi karena badan masih lecet-lecet dan kepala agak pusing, maka pada balapan berikutnya di Kerawang (22/5) saya tidak berangkat,” tutur pembalap yang bernaung di bawah bendera tim PT Tiga Putra Textile Cirebon Berkawan Istimewa Koizumi tersebut.

Diana CL lebih sering mengikuti balapan di wilayah Jabar dan DKI Jakarta, karena tak banyak event balap motor untuk kelas khusus wanita di Jateng. Demi terus mengembangkan potensinya, maka dia rela bolak-balik pergi ke luar Jateng.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments